64719 KALI DIBACA

Telantarkan Pasien Kapus dan Supir Ambulance di Pecat

Telantarkan Pasien Kapus dan Supir Ambulance di Pecat
example banner

“Tega Telantarkan Pasien, “Poen Chek”, Pecat Sopir Ambulance dan Copot Kepala Puskesmas Pasie Raya”

Calang | Media Realitas – Magrib menjelang senja Kamis 25 Mei 2017, Jasmi ( 62 ) salah seorang warga Gampong Pulo Tinggi Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya yang menderita sakit muntah mencret dalam kondisi yang terlihat cukup lemas serta sangat memprihatinkan, dibawa atau dirujuk ke Puskesmas Kecamatan setempat, dengan menggunakan becak motor.

Nasir anak dari Jasmi kepada media mengatakan, ayahnya terpaksa dibawa menggunakan becak motor dikarenakan ia sudah menelfon beerapa kali sopir Ambulan Puskesmas Pasie Raya. Akan tetapi sopir ambulan tersebut tidak mau menjemput dikarenakan alasan ada rapat.

“Sudah saya telfon, dia tidak bisa karena alasan ada rapat, “ujar Nasir dengan raut wajah sedih sambil menatap kearah ayahnya yang terbaring didalam becak motor.

Kondisi pelayanan kesehatan yang demikian, membuat Tokoh Muda Aceh Jaya Nasri Saputra berang, ia meminta dengan pemerintah kabupaten, Bupati dan Kadinkes Aceh Jaya untuk memecat sopir ambulan tersebut sekaligus meminta Kepala Puskesmas Pasie Raya dicopot.

Menurutnya alasan sopir ambulan sedang rapat tidak logika, pasalnya rapat apa saat sore hari apalgi menjelang magrib saat ditelfon, sedangkan Kapus dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai Kapus dikarenakan dia dianggap tidak memberikan pemahaman bagaimana etika dan tata cara pelayan kesehatan yang baik kepada bawahannya, sebagaimana yang diamanatkan oleh undang – undang.

“Saya tegaskan dan minta pemkab segera copot Kapus dan pecat sopir ambulan. Ini sungguh tidak berprikemanusiaan. Apalagi Aceh Jaya saat ini sedang sibuk mempromosikan pelayanan kesehatan yang baik. Bahkan bupati mencanangkan program mendatangkan dokter kerumah masyarakat. Tapi protret aslinya pelayanan kesehatan masyarakat masih seperti ini, semua omong kosong”, cetus pria sapaan Poen Chèk itu dengan raut wajah memerah.

Ia juga berharap kepada pemerintah kabupaten Aceh Jaya untuk mengevaluasi pelayan kesehatan di Aceh Jaya yang dinilai masih bobrok. Hal itu dia dengarkan dari keluhan masyarakat di Aceh Jaya. Karena menurutnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik adalah hak daripada warga negara yang merdeka.

Dikatakan Poen Chèk, setelah mendapat informasi ada pasien dibawa ke Puskesmas dengan menggunakan becak, ianya berinsiatif untuk mengecek keberadaan mobil ambulan milik Puskesmas Pasie Raya. Poen Chèk bertambah kesal, saat ia mengetahui mobil ambulan tersebut dalam keadaan terparkir didepan rumah si sopir di Gampong Tuwi Kareung kecamatan setempat.

“Rapat apa dia, mobinya terparkir didepan rumah. Kok mobil ambulan dirumah kenapa tidak standby di Puskesmas. Seharusnya pihak rumah Puskesmas dan sopir, kalau ada berhalangan disaat dibutuhkan seperti ini, harus segera berkoordinasi bagaimana cara mencari solusi, bukan malah menelantarkan masyarakat yang sedang sakit, yang dibutuhkan orang sakit adalah perawatan medis. Ini malah membiarkan pasien dibawa menggunakan becak, “Pungkas Nasri.(Kar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS