33719 KALI DIBACA

Lansia di Pasaman Haknya di Copot Sebagai Penerima Raskin

Lansia di Pasaman Haknya di Copot  Sebagai Penerima Raskin
example banner

Pasaman | Media Realitas – Sebagian warga Tanjung Alai Nagari Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping kabupaten Pasaman, provinsi Sumatera Barat khususnya kaum Lanjut Usia (Lansia) mengeluhkan saat tidak menerima bantuan beras raskin lagi, sebab pada tahun sebelumnya mereka termasuk Keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan raskin sebagaimana mestinya, kini jorong setempat tidak membagikannya tanpa alasan yang jelas.

Informasi yang berhasil dihimpun jajaran awak media saat dilokasi bersama beberapa warga penerima mamfaat program raskin yang tidak mendapatkan bantuan raskin tahun ini. Mereka itu terdiri dari beberapa orang yang sudah berumur lansia di kejorongan Tanjung Alai, menuntut keadilan atas tindakan yang dilakukan oleh jorong setempat

Dewi (75) warga Tanjung Alai mengakui, pada tahun 2017 ini, beberapa orang di daerah tempat tinggalnya termasuk Ia sendiri sama sekali tidak mendapat yang namanya program bantuan beras raskin. Sementara jorong setempat sudah selesai membagikan bantuan program raskin tersebut.

“Bahkan sampai saat ini saya belum juga dapat bantuan raskin itu pak, padahal tahun dulu saya kan menerima raskin. Meskipun raskin nya tidak seberapa tapi kami sangat butuh, sebab umur saya sudah tua, dan saya tidak sanggup bekerja lagi, berjalan saja sudah payah, kalau seperti ini bagaimana mau makan lagi, apalagi saat ini sudah memasuki bulan ramadhan pak,” kata nenek itu dengan berlinang air mata. Jumat, (25/5).

Awalnya ketika ada kabarnya bantuan raskin akan turun, dan yakin jorong setempat akan membagikan raskin tersebut pada penerima mamfaat program raskin. Saat itu Ia mengaku merasa sangat senang mendapat informasi itu. Perasaan bangga saat itu minta ampun apalagi ditambah sudah hampir 6 bulan lamanya bantuan raskin itu tidak diterimanya.

“Namun kenyataannya, ketika mendengar namanya tidak termasuk yang di rekap jorong, dia sangat bersedih bahkan tidak yakin atas kebijakan itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Apalah daya seorang nenek yang sudah berumur tua tidak bisa berbuat apa, apalagi disaat mendengar kenyataan itu saya sangat kecewa, saya tidak tahu lagi mau bilang apa, dengan apa lagi saya untuk menyambung hidup kalau tidak dari perhatian keluarga, pemerintah dan orang lain.

Senada dengan warga lainnya Upiak Lua (82) mengatakan, tahun ini penerima mamfaat program raskin tidak diperolehnya dan juga tidak dilibatkan saat pembagian raskin pada tahun ini. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya dia mengakui masih dilibatkan dan masih dibantu 1 karung beras raskin dan masih dibagikan jorong setempat pada sebelumya.

“Tanpa alasan yang jelas, jorong setempat tidak memberikan bantuan raskin lagi pada saya. Perhatian jorong dan Pemerintah Daerah tidak peduli lagi terhadap kami yang sudah berumur lansia, dan kami ini sudah nenek-nenek yang sudah sepatutnya dibantu dan diperhatikan oleh pemerintah daerah,” katanya dengan nada serak.

Ia mengatakan, pada tahun 2016 kemarin dirinya beserta keluarganya masih dibantu 1 karung beras raskin, walaupun saat itu jumlahnya dikurangi oleh oknum jorong 1 liter perkarung.

“Tapi kini bialah dikurangi pak jorong 2 liter sampai 3 liter kami ikhlas pak, asalkan ado nan ka dimakan pak,” ungkapnya.

Selain itu, salah seoroang pemuda setempat di Jorong Tanjung Alai yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, ia sendiri juga sudah mendengar keluhan-keluhan dari masyarakat setempat terhadap ketimpangan dan ketidakadilan saat pembagian beras raskin yang dilakukan oleh pihak jorong Tanjung Alai tersebut.

Ia mengungkapkan, dimana seharusnya yang layak mendapat bantuan beras raskin itu adalah orang yang layak, terdaftar dan diprioritaskan, namun saat pembagian raskin tahun ini sama sekali tidak sesuai dengan yang di prioritaskan dan kelayakannya.

“Bahkan saat ini yang sudah terjadi, dimana orang yang mampu dan bisa dibilang kaya yang mendapatkan raskin tersebut. Dan sebagian lagi dalam satu keluarga itu ada yang mendapatkan 3 karung beras raskin,” ungkap Pemuda Setempat saat mendampingi awak media di lokasi.

Ia menambahkan, kita tahu siapa saja yang mendapatkan bantuan dikampung ini, hanya orang yang keluarga mampu yang mendapatkannya, termasuk orang-orang kelurga jorong setempat, bahkan keluarga kandung jorong ada yang menerima.

“Ada warga lain keluarga jorong yang berada diluar kenagarian Pauh yang sama sekali bukan termasuk warga kejorongan Tanjung Alai dan Kenagarian Pauh menerima bantuan raskin. Perbuatan inikan sudah sangat keterlaluan dan tidak peduli terhadap warga miskin juga lansia,” ujarnya.

Kemudian ia mengatakan, Diperparah lagi saat Ia mengetahui oknum jorong itu diduga menjual beras raskin kepada beberapa kawannya sendiri yang memiliki hewan peliharaan jenis anjing dan berprofesi sebagai pemburu didaerah itu.

“Diduga raskin tersebut dijual oleh oknum jorong setempat kepada pemilik anjing di daerah itu untuk makanan anjing. Kejadian ini tidak mengada-ngada, hal ini sudah benar terjadi, bahkan masyarakat sudah tau perbuatan jorong tersebut,” katanya.

Dengan kejadian seperti itu, Ia bersama warga Lansia yang tidak menerima jatah raskin sangat berharap kepada pemerintah daerah agar menanggapi keluhan masyarakat tersebut, dan pemangku kebijakan di bisa memberikan pemahaman kepada setiap jorong  bagaimana tugas dan fungsi jorong sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Jorong Tanjung Alai, Rafdinal saat ditemui sejumlah awak media untuk diminta keterangan terkait persoalan itu, Rafdinal mengatakan, dirinya membantah atas tudingan yang diberikan warga kepadanya.

“Pasalnya, Saya sebagai kepala Jorong setempat sudah membagikan bantuan raskin sesuai dengan daftar penerima mamfaat program raskin bulan Januari s/d Maret , bahkan saya tidak ada memotong-motong jatah raskin seperti yang diduga warga kepada saya dan ia juga membantah atas tudingan warga yang mengatakan menjual raskin kepada orang lain dan itu sama sekali tidak benar,” katanya kepada jajaran awak media di depan kantor wali nagari Pauh.

Kemudian, raskin diduga dijual untuk makanan anjing, dirinya juga membantah keras tentang hal itu. “Itu bohong dan berusaha menjatuhkan saya, ini fitnah,” katanya sembari tergesa-gesa mau pergi dengan alasan ada urusan penting.(Gan | Kar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS