28519 KALI DIBACA

DPRD Sumut Minta Kapoldasu Basmi Pengedaran Narkoba di Lingkungan Pendidikan

DPRD Sumut Minta Kapoldasu Basmi Pengedaran Narkoba di Lingkungan Pendidikan
example banner

Medan | Media Realitas – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Utara (Sumut) Ahmadan Harahap S. Ag, M. AP meminta kepada Kapolda Sumut, untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum-oknum kepolisian yang terlibat dan melindungi peredaran narkoba dilingkungan pendidikan.
“Kalaulah ada oknum-oknum penengak hukum yang malah terlibat dalam peredaran narkoba dan pura-pura tidak tahu adanya peredaran narkoba dalam wilayah hukumnya, maka kita sebagai lembaga negara meminta agar Kapoldasu menindak tegas oknum-oknum tersebut.

Bila kita hendak membersihkan halaman dengan sapu tetapi sapu itu juga kotor bagaimana kita dapat membersihkannya, ya kan sama saja,” tegas Sekretaris Komisi E DPRD Sumut itu.

Pada awak media ini Rabu (24/5/2017), anggota dewan asal pemilihan  Tapanuli Selatan (Tapsel), Sidimpuan, Palas, Paluta dan Madina tersebut juga meminta agar instansi kepolisian benar-benar serius menangani peredaran narkoba di lingkungan pendidikan, hal itu sangat merusak moral dan kesehatan para pelajar.

“Ahmadan juga berharap pihak sekolah harus proaktif  melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan merazia secara dadakan siswa-siswi maupun ruangan-ruangan yang ada dilingkungan pendidikan.

“Salah satunya harus di lakukan razia terhadap siswa-siswa untuk mencegah peredaran narkoba. Jadi bagi yang sudah kecanduan biar tidak suka-sukanya membawa narkoba, sehingga yang belum kenapun, tidak mengenal apa itu narkoba. Dengan cara iru, para pelajar tidak berani membawa barang harambitu ke lingkungan sekolahnya. Jadi pihak sekolah harus pro aktif melakukan razia untuk menghempang peredaran narkoba juga, “pungkasnya.

Dalam setiap kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang kita lakukan terhadap sekolah yang berada dibawah naungan Pemprovsu, kita sudah menekankan agar anak-anak itu jangan sampai terlibat dengan narkoba, termasuk melakukan razia.

“Kita sudah tekankan, bila ada pelajar yang kedapatan membawa narkoba agar diberikan sanksi yang seberat-beratnya, kita sudah meminta agar personil kepolisian di tempatkan di kampus-kampus ataupun sekolah-sekolah paling tidak untuk memberikan shock teraphy bagi mereka, karena ini sudah sangat membahayakan generasi kita. Kalau mencukupi personil kepolisian kita baiknya ditempatkan disekolah -sekolah untuk melakukan razia, kita sangat berharap Sumut jangan sampai jadi Propinsi Narkoba, “tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut Drs Tahan M Panggabean MM mengingatkan semua pihak agar Sumut jangan sampai menjadi “provinsi  narkoba”, mengingat peredaran barang haram itu, terkesan semakin hari semakin meluas tak terkendali hingga ke seluruh pelosok desa.

“Menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), saat ini tercatat 350 orang warga Sumut terlibat peredaran dan  penyalahgunaan narkoba. Jumlah yang cukup  memprihatinkan, sekaligus mengkhawatirkan karena  persentasenya cukup besar dibandingkan dengan warga Sumut yang hanya 14 juta jiwa, “ujar Tahan Panggabean beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hal ini bukan lagi sekadar berbahaya, tapi memang sudah  sangat mencemaskan. “Kita harus terus menabuh gendrang perang  terhadap narkoba yang sudah lama dilakukan aparat terkait. Walaupun hasilnya belum sesuai yang kitavdiharapkan, tapi kita jangan sampai lengah dan berhenti, “katanya.

“Tahan, menyebutkan sudah saatnya instansi terkait untuk mengevaluasi secara total strategi yang dilakukan terkait teknik dalam memerangi narkoba, jangan hanya sekadar menambah lembaga atau anggaran yang bisa saja sia-sia. Bila perlu adakan studi yang komprehensif dan  belajar ke negara yang sudah berhasil memberantas narkoba.

“Ini merupakan persoalan yang sangat serius, jika tak diatasi  sesegera mungkin, negara bisa hancur. Semua sudah menjadi korban. Apa yang disampaikan Kapolri menjadi peringatan bagi kita untuk menyatukan tekad saling  mendukung agar pemberantasan narkoba bisa  berhasil, “paparnya.

“Perang melawan narkoba harus digelar secara total dengan melibatkan seluruh elemen, mulai aparat keamanan, hingga ke lingkungan masyarakat, seperti  kepling dan kadus (kepala dusun). Begitu juga masyarakat, jangan lagi sekadar menunggu ada kejadian, tapi juga  sebaiknya diarahkan untuk mencari tahu, lalu melaporkan kalau ada kegiatan berkaitan dengan narkoba, “ujar Tahan.

“Sangat mengerikan, setiap hari ada berita penangkapan pemakai dan pengedar narkoba, “namun peredaran narkoba terkesan makin meluas dan merata, malah terlihat semakin berani, di mana para pengedar tidak lagi punya rasa takut, “tambah Tahan lagi.(Nan/Kar)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS