53819 KALI DIBACA

Hati Hati, Tak Gunakan Helm SNI Bisa Kena Tilang Polisi

Hati Hati, Tak Gunakan Helm SNI Bisa Kena Tilang Polisi
example banner

mediarealitas
Label pada peralatan dan layanan kerap kali tak jadi perhatian utama dalam aktivitas sehari-hari. Padahal, urusan ini bisa jadi alasan kena masalah mulai dari tilang polisi hingga dipertanyakan kualitas layanan atau barang.

Jika Anda mengendarai sepeda motor, misalnya, pastikan semua kelengkapan diperiksa, tak hanya dokumen kendaraan. Jangan sampai gara-gara hal kecil terlewatkan, seperti label standar nasional Indonesia (SNI), Anda distop polisi dan harus kena tilang.

Cerita Ronny bisa jadi pelajaran. Pagi itu tepatnya pukul 09.00 WIB, dalam perjalanan ke kantor, dia ditilang polisi di sekitar Tugu Pancoran. Sontak dia pun kaget.

Padahal, ia merasa tidak melakukan pelanggaran sedikit pun. Ia berhenti di garis lampu merah dengan tepat dan mengenakan kelengkapan berkendara, seperti helm, sarung tangan, dan jaket.

Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) juga dia bawa. Terbesit tanya dalam hati tentang apa kesalahannya.

Setelah bertanya-tanya, ternyata biang masalahnya adalah helm yang dia kenakan. Helmnya tidak sesuai SNI.

Dengan raut kebingungan ia pun memberitahu sang polisi, bahwa helm yang ia kenakan banyak dijual di toko di pinggir jalan dan harganya murah.

Sang polisi pun memberitahu kalau tidak memakai helm sesuai SNI yaitu terdapat tanda SNI yang di-emboss di helm merupakan pelanggaran lalu lintas.

Hal itu merujuk ke UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 dalam Pasal 57 Ayat 2 dan Pasal 106 Ayat 8 yang mengatur tentang pemberlakuan wajib helm pengendara motor sesuai SNI.

Bagi pelanggar aturan ini, sanksi pun berat, yaitu pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000. Sanksi yang sama juga akan dikenakan bagi pembonceng. (kc)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS