72919 KALI DIBACA

Bentrok Warga VS Polisi di tanah karo Akibatkan Seorang Meninggal Dunia

Bentrok Warga VS Polisi di tanah karo  Akibatkan Seorang Meninggal Dunia
example banner

mediarealitas I MEDAN

Bentrokan yang terjadi antara warga dan pihak kepolisian Polres Karo pada,Jumat (29/7), mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.
Kejadian berawal dari pengerusakan lahan relokasi Mandiri Tahal Dua, di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, oleh warga Desa Lingga. Ratusan massa sempat merusak alat berat berupa Escavator (beko) juga tenda Posko polisi.

Guna mengantisipasi bentrok antara pengembang, masyarakat Desa Guru Kinayan, Desa Brastepu dengan masyarakat Desa Lingga, polisi pun melakukan penjagaan ekstra ketat.

Namun warga yang sudah tersulut emosi, langsung membakar alat berat dan sejumlah barang yang ada di tempat kejadian perkara (TKP). Pasalnya, warga Desa Lingga mengklaim kalau lahan yang nantinya diperuntukan bagi pengungsi adalah jalan pemotongan menuju Desa Lingga.

“Jadi mereka datang ke lokasi dan memblokir jalan, tepatnya di depan tenda pos polisi yang mengakibatkan Jalan Simpang Empat menuju Kabanjahe Lumpuh total,” kata R Tarigan warga Berastagi yang dihubungi wartawan, Jumat (29/7) malam.

Emosi warga semakin tak terbendung saat polisi mengamankan Edi Sitepu, James Sinulingga, Nahason Sinuraya, Modal Sinulingga, dan Sugiarto Meliala. Mereka diamankan ke Polres Karo karena dianggap sebagai provokator dalam insiden pengerusakan.

Sekitar 200-an wargapun langsung melakukan penyerangan ke Polres Karo dan melempari dengan batu, kemudian dibalas dengan tembakan peringatan dan gas air mata.

“Massa bubar setelah polisi melepaskan tembakan peringatan dan tembakan gas air mata. Setelah bubar, barulah diketahui ada warga yang meninggal dunia, diperkirakan berusia 40 tahun,” ungkap Tarigan lagi.

Hingga malam kejadian, 200 personil polisi gabungan polres dan polsek jajaran masih standby di Polres Karo. Hingga berita ini diturunkan suasana di kawasan Polres Berastagi masih dijaga ketat. Belum ada keterangan resmi dari pejabat Polres Karo.
Kasat Reskrim Polres Karo AKP Martua Manik ketika dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangannya.sementara itu Kabid Humas Poldasu KOmbes Rina sari Ginting mengatakan kondisi di Tanah karo sudah kondusif sampai saat ini.

“sudah kondusif kondisinya dan masih melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang yang dianggap sebagai profokator,” ungkap Kabid Humas Poldasu.(syah/tbc)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS