56619 KALI DIBACA

Tersandung Kasus Narkoba Pasutri Dipenjara 10 Tahun

Tersandung Kasus Narkoba Pasutri Dipenjara 10 Tahun
Keterangan Foto: PESAKITAN:Tersandung kasus narkotika jenis sabu-sabu, pasangan suami istri yang menjadi penjual dan seorang tetangganya harus duduk di kursi pesakitan PN Tebing Tinggi dengan vonish Majelis Hakim untuk pasutri masing-masing 5 tahun dan seorang pemakai 2,6 tahun denda Rp 1 Milyar.(Foto: Agus Sabono/Tegas Berita.Com)

Tegas Berita | Tebingtinggi

Pasangan Suami (Pasutri), Manta Waesaputra alias Binyamin (39) dan istrinya Sri Astuti alias Sri (29), keduanya warga Dusun III Desa Sei Sejenggi Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang tersandung kasus kepemilikan narkoba, Rabu siang (15/6). Resmi di hukum 10 tahun penjara atau masing-masing 5 tahun penjara dengan denda Rp 1 milyar pada sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Deli.

Sebelumnya, kedua pasutri tersebut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Boby Halomoan Sirait SH dari Kejaksaan Negeri (kejari) Sei Rampah telah menuntut mereka masing-masing 5,6 tahun. Namun dalam sidang putusan yang dimpimpin oleh Majelis Hakim, Wira Indra Bangsa SH dibantu masing-masing hakim anggota diantaranya, Katrin M Siagian SH, Evalina SH dan panitera pngganti (PP) Eri Agus SH, justru hanya mengurangi masing-masing 6 bulan dari tuntutan JPU menjadi 5 tahun dengan denda tetap.

     Dalam persidangan tersebut, bukan hanya pasangan suami istri yang terlibat dalam kasus narkoba, namun ada terdakwa Budi  Syaputra (29) warga dalam berkas perkara terpisah, juga turut di vonish hakim dengan hukuman 2,6 tahun yang sebelumnya JPU telah menuntutnya 3 tahun penjara, karena terdakwa Budi Syaputra dalam perkara ini hanya sebagai pemakai. Sedangkan Pasutri terdakwa Manta Waesaputra alias Binyamin dan istrinya Sri Astuti dalam kasus ini berperan sebagai penjual.

     Seperti yang tertuang dalam surat dakwaan JPU, menjelaskan kalau perkara tersebut bermula ketika pada terdakwa Manta Waesaputra alias Binyamin bersama dengan istrinya Sri Astuti (dalam berklas terpisah) pada hari Senin tanggal 11 Januari 2016 yang lalu sekira pukul 11:00 Wib bertempat dirumah para terdakwa di Dusun III Desa Sei Sejenggi Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai menurut informasi dari warga menyebutkan kalau rumah kediaman kedua terdakwa telah dijadikan lokasi transaksi penjualan narkoba jenis sabu-sabu.

     Berdasarkan informasi dari warga tersebut, saksi Khairun Harahap, saksi Badri Dasen dan saksi Syaiful Hardi ketiganya merup[akan anggota Polres Serdang Bedagai) pada hari itu juga langsung melakukan pengecekan kerumah terdakwa Sri Astuti guna melakukan pengintaian.

     Saat berada dirumah terdakwa, para saksi melihat pintu belakang rumah terdakwa terbuka, langsung saja para saksi masuk kedalam rumah tersebut dan mendapati terdakwa Sri Astuti bersama terdakwa Budi Syaputra sedang berada diruangan tamu rumah tersebut.

     Lalu para saksipun melakukan penggeledahan didalam rumah terdakwa Sri Astuti. Dimana dalam penggeledahan tersebut para saksi menemukan satu helai plastik klip transaparan kecil yang berisi butiran kristal berwarna putih berupa narkotika jenis sabu-sabu.

     Selain itu juga menemukan 1 buah botol plastik berwarna kuning terakit dengan pipet plastik, pipa kaca dan dot karet. Juga ditemukan satu buah kaca plastik berbentuk skop dan satu buah mancis berwarna biru terakit dengan jarum serta satu buah dompet berwarna merah jambu yang berisikan 3 helai plastik klip berisikan butiran kristal berwarna putih. 60 helai plastik klip kecil transparan kosong dan satu buah timbangan elektrik.

     Saat ditanya perihal barang bukti tersebut Sri Astuti mengakui kalau barang-barang tersebut adalah milik suaminya terdakwa Manta Waesaputra alias Binyamin.

     Akan pengakuan Sri Astuti pada hari itu juga petugas langsng melakukan pengejaran terhadap terdakwa  Manta Waesaputra alias Binyamin dan berhasil tertangkap disebuah kolam pancing yang berada di Dusun II Desa Sei Sejenggi Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai.

     Setelah terdakwa Manta Waesaputra  alias Binyamin tertangkap selanjutnya dipertemukan dengan terdakwa Sri Astuti, yang saat itu terdakwa Manta waesaputra mengakui kalau barang tersebut adalah benar miliknya dan sengaja dititipkan kepada istrinya, terdakwa Sri Astuti.

     Akan perbuatannya itu, terdakwa Sri Astuti sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.(Goes)    

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS