83819 KALI DIBACA

Tanah BPRPI Diserobot Pengusaha, Para Petani Resah

Tanah BPRPI Diserobot Pengusaha, Para Petani Resah
Posko Yang di Bangun oleh BPRPI, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan yang di pagar bambu oleh oknum pengusaha
example banner

mediarealitas | Deli Serdang

Sejumlah Petani yang tergabung dalam kelompok Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI), Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Menuding, salah seorang pengusaha di Deli Serdang telah menyerobot lahan yang mereka kelola. Minggu (12/6).

Menurut, salah seorang petani, Br Siagian, mengatakan, para petani yang tergabung dalam BPRPI itu sudah mengelola dan mengusahai tanah tersebut sejak januari 2016 dan tidak mendapat masalah apapun. “Katanya.

“Namun tiba-tiba pada tanggal 11 Juni 2016, salah seorang oknum pengusaha yang mengklaim bahwa tanah itu merupakan miliknya, sehingga pengusaha itu memagari tanah yang dikelola para petani. Bahkan memagar posko atau tempat pertemuan yang di bangun oleh BPRPI. “ Tambahnya.

Lahan tanah yang di kelola para petani diberikan oleh BPRPI secara Cuma-Cuma kepada mereka.

“ Dari tidak punya tanah menjadi ada berkat pemberian dari pihak BPRPI. “Ucap Br Siagian.

Dengan adanya pemagaran yang di lakukan oknum pengusaha itu para petani disana sini menjadi  resah.Terang Br Siagian.

Padahal lahan tanah yang dberikan BPRPI kepada para petani, keabsahan tanah tersebut di perkuat dengan adanya surat keputusan Mahkamah Agung (MA) RI, yang dikeluarkan pada tanggal 23 Januari 2016, Nomor 2362. “ Lanjut Siagian.

Akibat arogan oknum pengusaha yang mengaku – ngaku pemilik lahan itu, kini para petani anggota BPRPI di desa Sampali tak lagi merasa nyaman dan tentram mengelola lahannya masing-masing, karena lahan, tanaman para petani menjadi rusak dan terbengkalai, ironisnya oknum pengusaha itu sudah memagari areal atau kawasan lahan petani dengan bambu sehingga akses keluar masuk menjadi terhalang  “Ungkap Siagian.

Guna mencegah terjadinya hal-hal  yang tidak diinginkan, pihaknya mengimbau kepada oknum tersebut yang mengaku pemilik lahan itu segera secepatnya membongkar pagar bambu itu. “ Sambung Siagian.

Kami ingatkan agar oknum pengusaha itu supaya segera secepatnya membongkar pagar bambu yang dipasangnya, Bila mana permintaan kami tidak diindahkan maka secara bersama-sama akan bertindak melakukan pembongkaran pagar secara paksa. “ Tegas Siagian.

Sebab, dengan adanya pagar bambu itu di areal lahan kelompok BPRPI mengakibatkan sejumlah aktivitas para petani di sekitarnya menjadi lumpuh, dan kepada bapak Kapolsek Percut Sei Tuan, kami sangat berharap agar bertindak tegas dengan persoalan ini dan memperoses oknum yang melakukan penyerobotan itu. “ Harap Br Siagian, yang merantau dari Samosir ke Medan.

Terpisah, Ketua Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI), Dedek, Saat di komfirmasi, mediarealitas di kantornya, mengaku kalau anggota kelompok BPRPI yang dipinpimnya sudah resah akibat terjadinya pemagaran yang dilakukan oknum pengusaha terhadap tanah yang dikelola mereka.

” Oknum pengusaha itu arogan dengan melakukan pemagaran di areal warga, bahkan mereka telah berani memagar posko yang kami bangun, kita sangat berharap agar bapak Kapolsek Percut Sei Tuan, menyelesaikan hal ini serta melindungi warga dari perbuatan yang di lakukan oknum pengusaha tersebut. “ Katanya.  

Sementara itu, Areif Selaku Hubungan Masyarakat (HUMAS) BPRPI, Desa Sampali, mengatakan ada perpecahan di tubuh kepengurusan BPRI, makanya ada petani yang menjual lahan yang diberikan pihak BPRPI kepada pengusaha. Ucapnya.

“ Ada perpecahan di kepengurusan BPRPI, makanya ada para petani yang berani menjual lahan mereka kepada pengusaha. “ Terang Arief.

Selama ini kami selaku Humas BPRPI, Desa Sampali, ada 12 orang, namun saat ini tersisa 2 orang lagi. Saya dan si Mulyono. “ Ungkap Arief.  

Pantauan mediarealitas dilokasi lahan tersebut, terlihat posko yang di bangun BPRPI, di pagar di sekelilingnya serta beberapa akses jalan para petani sekitarnya terhalang masuk kelahan mereka. (Zamal).

  

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS