73019 KALI DIBACA

Selain Rawan Kriminalitas, Kecamatan Medan Amplas Rawan Banjir

Selain Rawan Kriminalitas, Kecamatan Medan Amplas Rawan Banjir

mediarealitas I Medan

Warga di sepanjang pinggiran sungai/kanal Marindal Medan Amplas-Medan Johor sangat resah karena kondisinya gelap gulita. Kondisi tersebut rawan dimanfaatkan pelaku kriminalitas seperti halnya begal.

Menyikapi ini, anggota Komisi C DPRDMedan Zulkifli Lubis mendesak Pemko Medan melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pertamanan dan Satpol PP dapat merespon keluhan warga.

“Dinas Pertamanan dan Satpol PP harus respon keluhanwarga. Sehingga LPJU
di sepanjang kanal dapat dipasang. Sama halnya dengan Satpol PP agar
menertibkankaumremajayangkerap memanfaatkan kondisi gelap untuk
berbuatmesum,”tegasZulkiflikepada wartawan usai reses II tahun 2016 dirinya yang digelar, Sabtu (18/6) kemarin.

Zulkifli yang juga berdomisili di pinggiran kanal Marindal, mengetahui persis kondisi tersebut dan banyak menerima laporan keresahan dari masyarakat.

Untuk meminimalisir tindak kejahatan begal dan lokasi mesum, menurutnya,
harus dilakukan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Selanjutnya harus dilakukan penertiban oleh Satpol PP.

“Kita desak Kadis Pertamanan, Zulkifli Sitepu supaya memasang LPJU di sepanjang kanal,” ujar politisi PPP ini.
Rawan Banjir

Selain itu, dala kesempatan itu juga, Zulkifli menyebutkan bahwa kawasan Medan Amplas kerap mengalami banjir. Mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah Kota Medan jika hujan deras turun bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi kepedulian dan peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan.

“Banjir terjadi bukan hanya karena buruknya infrastruktur tetapi juga akibat kurangnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya,” katanya.

Kendati demikian, Zulkifli  mengatakan, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah, baik Pemko Medan maupun Pemprovsu dan Badan Wilayah Sungai (BWS) untuk mengantisipasi banjir di Kota Medan belum mencerminkan keseriusan.

Bahkan menurutnya saluran drainase di beberapa kawasan di hampir seluruh kecamatan di Dapil I meliputi Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai dan Medan Area  sejauh ini belum berfungsi maksimal. Dimana, banyak drainase di daerah ini  mengalami penyempitan. Akibatnya, saat hujan deras turun maka air meluap menggenangi rumah warga sekitar.

“Pemko Medan harus serius menangani titik rawan banjir di kota ini akibat drainasenya tidak berfungsi dengan baik. Bagitu juga pihak BWS, kita minta segera melakukan pengorekan sungai. Sebab, pendangkalan sungai yang ada di Kota Medan merupakan salah satu penyebab banjir,” pungkasnya. (rom)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS