92019 KALI DIBACA

Polisi Didesak Usut Pencemaran Nama Kepsek SMA Negeri 2 Medan

Polisi Didesak Usut Pencemaran Nama Kepsek SMA Negeri 2 Medan

mediarealitas I Medan

Dinilai mencemarkan dunia pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pakar Indonesia mendesak  polisi menangkap tersangka berinisial Jujung  Siagian yang menuding Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Medan melakukan praktik suap untuk menjadi kepsek.

Tersangka mengatakan, korban Sutrisno meminjam uangnya Rp250 juta untuk menyuap oknum agar menjadi kepsek di SMAN 2 Medan.

Demikian Ketua Umum DPP LSM Pakar Indonesia Atan M Gantar Gultom didampingi DPW LSM Pakar Sumut kepada wartawan ketika ditemui, Minggu (12/6) petang.

Dikatakannya, atas fitnahan tersangka Junjung Siagian yang juga pemilik Bimbingan Test QSEE di Jalan Iskandar Muda Medan, korban Kepala Sekolah SMAN2 Medan Sutrisno melaporkan tersangka ke Mapolresta Medan tertanggal 3 Juni 2016 dengan nomor laporan STPL /14-16/K/VI/P/2016/SPKT/Resta Medan karena melakukan pencemaran nama baik yang telah dipublikasikan di media massa.

Karenanya, sambung Atan, pihaknya meminta Poldasu dan Polresta Medan agar menangkap JS untuk mengungkap persoalan ini, benar atau tidak adanya penyogokan serta kepada siapa korban memberikan suap.

“Ini harus jelas. Kepada siapa kliennya menyuap. Jangan asal tuding saja, untuk menakut nakuti korban agar diberikan sesuatu,” ungkap Atan sembari mengutarakan kilennya beberapa kali juga sudah menjadi korban pemerasan mencapai ratusan juta rupiah.
Bahkan, ungkapnya, belakangan ini korban juga mendapat SMS gelap yang mengaku salah seorang pejabat di Polresta Medan, di mana bunyi SMS itu meminta agar di transfer  uang Rp100 juta ke nomor rekening 1250011810686 Bank Mandiri Jakarta, untuk menyelesaikan  persoalan dengan tersangka JS, agar pengaduan JS terhadap Sutrisno tidak ditindak lanjuti polisi.

Dalam SMS ke telepon korban, oknum pejabat itu mengaku sedang bersama Direktur Kriminal Umum Poldasu.
“Saya curiga ini skenario yang diciptakan JS untuk mengorek uang korban lagi,” ucap  Atan yang juga anggota Komite Sekolah SMAN2 Medan sembari meminta pihak kepolisian supaya segera membongkar kasus ini. “Jika tidak, dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi,” tegasnya.

Hal senada juga diutarakan Ketua Komite SMAN 2 Medan Jafar L Gultom yang meminta aparat segera mengusut kasus ini.

“Tindakan oknum yang melakukan pencemaran terhadap Kepsek SMAN2 Medan sudah kelewatan dan mencemarkan dunia pendidikan di kota ini,” tegasnya.(rom)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS