DPRD Kota Semarang Sharing Perda Sampah di Kota Medan

oleh -29.489 views
Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Medan Ristanto SH SPN menerima kunjungan kerja DPRD Kota Semarang di Kantor Walikota medan, jumat (20/5).

IDUL FITRI

mediarealitas | Medan

Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Medan Ristanto SH SPN menerima kunjungan kerja DPRD Kota Semarang di Kantor Walikota medan, jumat (20/5).

Kunjungan tersebut dalam rangka sharing mengenai peraturan daerah (perda) sampah di Kota Medan, sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas kinerja dalam bidang pengelolaan sampah di Kota Semarang.

Rombongan anggota DPRD Kota Semarang dipimpin Suharsono SS MSi selaku Ketua Badan Pembentukan Perda Kota Semarang, terdiri dari  komisi A, komisi B, komisi C dan komisi D fraksi PKS, PDI-P, PKB, GOLKAR, DEMOKRAT, GERINDRA, PAN, PPP, Sekwan Kota Semarang, Sekretariat Kota Semarang serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang.

Dalam sambutan Walikota Ristanto menjelaskan, dahulunya Kota Medan hanya merupakan salah satu benteng pada masa penjajahan Belanda, kini telah berdiri sedikitnya 43 hotel berbintang, 26 pusat perbelanjaan modern, 17 Restoran besar, 18 Runah Sakit , 8 Bank Pemerintah dan 55 Bank swasta.

“Selain ibukota Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan juga merupakan pintu gerbang Indonesia bagian Barat dan tercatat sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, dan pada tahun 2011 kota Medan bersama dengan Kota Makassar dan kota Denpasar telah ditetapkan menjadi kota Metropolitan baru” ungkapnya.

                Disamping itu Suharsono dalam paparannya mengatakan, Kota Semarang lebih luas dari Kota Medan, memiliki luas sebesar 373 m persegi, terdiri dari 16 kecamatan dan berpenduduk sebantyak 1,7 juta jiwa.

                “Tujuan kunjungan kerja ini terkait persampahan di Kota Medan, mengkaji mengenai pengelolaan TPA, bagaimana partisipasi masyarakat dan adakah sanksi yang diberikan terhadap pelanggaran sampah di Kota Medan” ujarnya.

                Menanggapi hal tersebut, Mewakili Dinas Kebersihan Kota Medan Panangaran Nasution S Sos selaku Kabid Pengembangan dan Pengawasan Dinas Kebersihan Kota Medan mengatakan, Dinas Kebersihan bekerja berdasarkan Perwal No 14 Tahun 2010 dan pada tahun lalu memperoleh PAD sebanyak 87% dari target 25 miliyar.

                “Pemko Medan telah melakukan sosialisasi Perda No.6 tahun 2015 Tentang Persampahan. Berdasarkan Perda ini nantinya masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan diganjar denda Rp10 juta bagi individu. Sementara jika yang membuang sampah sembarangan berbentuk kolektif dilakukan oleh badan, lembaga, atau kantor hukumannya  bisa mencapai Rp50 juta. Diharapkan Perda ini dapat terlaksana pada tahun 2016 dan 2017” ujarnya.

Mengenai pengelolaan sampah di Kota Medan, sebelumnya Pemko Medan pernah membicarakan kerjasama dengan pihak ketiga, namun belum terealisasi. Hingga saat ini, operasioanl sampah murni dilakukan Dinas Kebersihan tanpa adanya keterkaitan dengan pihak ketiga. Terkhusus untuk sampah yang berada di pasar, diolah oleh PD Pasar. Dinas Kebersihan Kota Medan juga memiliki call center guna menangani hal-hal yang harus segera ditangani.

“Volume sampah di Kota Medan 1 hari sebanyak 2 ribu ton, diangkut ke TPA 1500 sampai dengan 1600 ton per hari. Sampah dibuang di 1 TPA, yaitu TPA terjun” ungkapnya.

                Acara diakhiri dengan saling bertukar cinderamata antara Pemko Medan dengan DPRD Kota Semarang.