Diduga Bermasalah,Pengerjaan Preservasi Jalan Lingkar Rantauprapat

oleh -211.489 views

IDUL FITRI

Rantauprapat | mediarealitas

Proses Pengerjaan Preservasi Jalan Lingkar Rantauprapat – HM Said – Aek Nabara Kabupaten Labuhanbatu yang dikerjakan oleh KSO FIFO
Ayu Septa sebagai pihak rekanan maupun Kontraktor dengan Nilai Pagu Rp. 47.752.617.000,- yang dananya bersumber dari Anggaran
Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2016 milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/Direktorat Jenderal
Bina Marga, diduga banyak menyimpan masalah.

Pasalnya, disamping proses pengerjaannya diketahui menciptakan polusi debu dan sangat mengganggu keberadaan berbagai jenis
fasilitas umum yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu. Seperti : Lampu Warning yang jauh sebelumnya telah
dibangun di Persimpangan Jalan yang berguna sebagai rambu – rambu bagi pengguna jalan, milik Dinas Perhubungan, Informatika dan
Komunikasi Kabupaten Labuhanbatu.

Kemudian, Pepohonan yang sengaja ditanam dan dirawat dibahu jalan yang berguna sebagai peneduh serta penahan bahu jalan agar tidak
longsor, juga berguna sebagai motif atau pun wujud pelestarian lingkungan hidup dalam rangka menambah keasrian disepanjang Jalan
Lingkar Rantauprapat, milik Dinas Kehutanan dan Perkebunan serta Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu.

BACA JUGA :   Gencarkan Operasi Yustisi, 14 Warga Terjaring Pelanggar Prokes

Serta Lampu Penerangan Jalan Umum yang sengaja dibangun di kiri kanan bahu jalan guna menerangi badan jalan bagi pengguna jalan,
milik Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Labuhanbatu.

Juga mengganggu beberapa titik posisi tiang listrik baik yang bertegangan tinggi maupun rendah yang dapat membahayakan masyarakat
sekitar Lokasi Pengerjaan Preservasi dimaksud, milik Perusahaan Listrik Negara yang kerap disingkat PLN.

Pengerjaan Mega Proyek yang di Konsultani oleh PT Citra Diecona (jo) PT Guteg Harindo dengan Nomor Kontrak : 01/KTR – APBN/KSO –
FAS/Br.S2/PPK/04/2016 dan masa kerja selama 340 hari ini, sepertinya dikerjakan tidak sesuai harapan.

BACA JUGA :   Ketum PPWI Terima Kunjungan Silahturahmi Rombongan Komunitas Seni Kuningan

Pantauan Wartawan di lokasi proyak menemukan, usai pekerjaan pengikisan aspal bergerutu dilaksanakan, terlihat rekanan hanya
memberikan tulang (besi) penahan pada pelaksanaan Pengecoran Badan Jalan setebal 27 cm saja. Sementara, dalam pelaksanaan Cor Awal
untuk Penahan Badan Jalan setebal 15 cm sama sekali tidak diberikan tulang (besi) sebagai pengikat.

Sehingga diyakini, kualitas ketahanannya tidak akan bertahan lama dalam menahan beban dari berbagai jenis angkutan umum yang akan
melintas nantinya. Dan dipastikan, dalam jangka waktu singkat kondisi Jalan Lingkar Rantauprapat bakal akan menampilkan wajah yang
menyedihkan kembali, bahkan dapat membahayakan pengguna jalan.

Sebab, dengan kondisi struktur tanah gambut yang disebut – sebut berada tidak jauh didalam tanah dan terdapat di sepanjang Jalan
Lingkar Rantauprapat, ditambah berat beban Cor Badan Jalan yang sengaja di design berbentuk petak persegi panjang dengan ukuran
lebar 3,5 m x panjang 4 m x tebal 27 cm dengan besi pengikat didalamnya, plus beban angkutan umum melintas yang diketahui
tonasenya berada diatas rata – rata maksimal seperti truk, tronton dan semacamnya, memastikan Cor Awal Penahan Badan Jalan yang
tebalnya hanya 15 cm tanpa tulang (besi) pengikat tersebut, tidak lama kondisinya bakal akan patah. Dimana hal itu diyakini, akan
mengakibatkan posisi petak persegi panjang yang merupakan badan jalan tersebut, salah satu sisinya akan menjungkit keatas dan sisi
lainnya akan menungkik kebawah, baik sisi depan, belakang serta kiri atau kanan.

UPDATE CORONA