Kepala BKPP Agara Diduga Lakukan Penyelewengan Anggaran TA 2015

oleh -83.489 views

IDUL FITRI

mediarealitas | Kutacane.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan(BKPP) Kabupaten Aceh Tenggara, Drs. Jamaluddin. Diduga telah melakukan penyelewengan anggaran Puluhan Juta Rupiah Tahun anggaran 2015. Hal tersebut di buktikan oleh Pengiat LSM Darmawan di hadapan Kepala BKPP.

REALITAS TV

Dari beberapa macam kegiatan yang ada di kantor BKPP Kabupaten Aceh Tenggara Tahun anggaran 2015 Diduga telah terjadi peyelewengan Anggaran diantaranya dari Belanja barang dan Jasa, juga dari pengelolaan Rutin Kantor BKPP. Yang dapat mengakibatkan adanya kerugian keuangan Negara/Daerah. Ungkap Darmawan.

Darmawan salah satu Pengiat LSM yang ada di Aceh Tenggara di ruangan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan menujukan salah satu bukti bahwa dalam Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) untuk pengadaan Snack per orang sebesar Rp. 5000. Rupiah namun yang dibelanjakan oleh pihak pengelola Rutin hanya sebesar Rp. 2000. Rupiah. Jelas Darmawan.

BACA JUGA :   Kapolda Banten : “Vaksinasi Dijajakeun Ka Bumi”, Silahkan Hubungi Layanan 110

Kata Darmawan besar kemungkinan dalam hal kegiatan Pelatihan belanja barang dan jasa juga adanya peyelewengan anggaran pada Kantor BKPP Aceh Tenggara dan adanya dugaan Pungutan liar(Pungli) dalam hal kepengurusan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil(PNS). Tegas Darmawan.

Saya minta Bupati Aceh Tenggara Ir. H. Hasanuddin Beruh melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Drs. Jamalludin. Bila memang adanya terbukti dalam hal penyelewengan Anggaran dan pungli sebaiknya diganti kan saja dari jabatanya. Karena dapat merusak nama baik Bupati Aceh Tenggara. Tegas Darmawan.

Kepala Kantor BKPP Drs. Jamalluddin, Anggaran yang dialokasikan kepada Kantor Kepala BKPP pada tahun 2015. Sebesar 2,4. Milyar. Yang meliputi kegiatan belanja barang jasa dan Modal. Juga Pelatihan Diklat dan Rutin Kantor.

Semenjak saya menjabat sebagai Kepala BKPP pada bulan Agustus Tahun 2015 yang lalu. Setiap saya memipin apel pagi, selalu saya sampaikan kepada para Pegawai BKPP agar jangan pernah lakukan Pungli. Bila ada yang melakukan pungli maka saya akan tindak tegas. Karena Menerima dan Memberi dapat dikatagorikan sebagai Grapitasi.Ungkap Jamaludin.

Karena saat waktu rapat dengan Wakil Bupati H. Ali Basrah, S.Pd.MM menyampaikan kepada saya supaya di BKPP jangan ada lagi pungli. Menindak lanjuti hasil rapat tersebut saya telah memangil Kabid kepangkatan, Kabid Mutasi. Supaya tidak pernah melakukan Pungli di Kantor BKPP. Jelas Jamalludin.

BACA JUGA :   Kapolri Ungkap 5 Klaster COVID-19 di DKI Jakarta, PPKM Mikro Diperketat

Terkaitnya adanya impormasi manipulasi tanda tangan yang center beberapa waktu yang lalu hanya masalah mis komunikasi saja. Sebenarnya hanya pembuatan SPJ sementara saja waktu itu, yang tidak boleh kita publikasikan. Saya juga telah memangil Sekretaris BKPP berkas tersebut belum bisa di Publikasikan. namun berkas tersebut didapat oleh rekan kita Pers. Dalam hal tersebut sudah kita klarpikasi masalahnya. Tegas Jamalludin, Mengahiri keteranganya.(Dinni).

UPDATE CORONA