IKLAN YARA

Wali Kota Harap Dispenda Dapat Penuhi Target BPHTB 2016 Sebesar Rp.335,9 M

oleh -124.489 views
UPDATE CORONA

Medan | mediarealitas

                Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin berharap kepada Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Medan agar dapat memenuhi target penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang telah ditetapkan tahun 2016 sebesar Rp.335,9 miliar. Kata kunci untuk mewujudkan  target tersebut yakni  komitmen dan kerja keras.

                Eldin menegaskan perlunya target penerimaan BPHTB tahun ini dipenuhi. Sebab, BPHTB saat ini merupakan pendapatan terbaik kdua setelah Pajak  Bumi Bangunan (PBB) dalam penerimaan asli derah dari  sector pajak daerah Kota Medan. Penerimaan BPHTB ini digunakan untuk berbagai hal yang bertujuan pada pembiayaan pembangunan kota.

                “Tidak hanya pembangunan infrastruktur, penerimaan BPHTB maupun pajak-pajak daerah lainnya juga digunakan  untuk pembangunan program-program pelayanan umum lainny, guna mendukung peningktan kesejahteraan masyarakat Kota Medan. Untuk itu penerimaan derah melalui BPHTB hrus ditingkatkan lagi,” kata Wali Kota saat menghadiri rapat Intensifikasi Penerimaan BPHTB tahun 2016 di Royal Suite Condotel Jalan Palang Merah Medan, Selasa (8/3).

BACA JUGA :   Ma’ruf Amin, Apresiasi Kebun Wisata dan Ketahanan Pangan

                Di tahun 2015 lalu, Eldin mengungkapkan dengan target penerimaan BPHTB sebesar Rp.355,9 miliar, Pemko Medan melalui Dispenda berhasil memeproleh penerimaan dari sector BPHTB sebesar Rp.201,8 miliar. Artinya, baru mencapai 60,07 % dari target yang telah ditetapkan. Setelah dilakukan  evaluasi, diketahui keberadaan BPHTB sangat dipengaruhi oleh jumlah transaksi di bidang properti yang ada di Kota Medan.

                Melihat pesatnya pembangunan  yang berjalan saat ini, Eldin berharap target penerimaan BPHTB tahun 2016 dapat terealisasi. “Kuncinya kerja keras dan komitmen kita semua untuk memberhasilkannya. Kita mehamai Medan adalah rumah kita. Jadi tanggung jawab memberhasilkannya ada pada kit semua,” ungkapnya.

                Ditambah lagi bilang Eldin, antusiasme masyarakat sebenarnya cukup tinggi dalam membayar kewajibannya terhadap pajak peralihan kepemilikan yang mereka miliki. Sebab, masyarakat sadar property yang mereka miliki harus dilegalkan dengan memenuhi kewajiban perpajakannya. Namun kendala yang dihadapi justru dari tertundnyab pembayaran ke Pemko Medan.

                Untuk itulah Eldin minta kepada kawan-kawan dari PPAT dan notaries yang melakukan maupun menangani trnsaksi jual beli property, diharapkan segera menyetorkan BPHTB yang mereka tangani. “Harapan kita, penerimaan BPHTB ke depannya dapat cepat terpenuhi dan  tidak tertunda di akhir tahun. Disinilah salah satu letak pentingnya kemitraan kita semua,” ujarnya.

BACA JUGA :   Beduaan Dengan Janda, Seorang Kedes Digrebek Oleh Istri dan Anaknya

                Atas dasar itulah Eldin snagat mengapresiasi dan mendukung penuh digelarnya rapat Intensifikasi BPHTB ini. Dia brharap melalui rapat ini, sinergitas dan kemitraan antara Pemko Medan, PPAT, Notaris, Kantor Agraria (BPN), Kantor  Lelang Negara serta Bank Sumut semakin lebih erat dan harmonis, sehingga senantiasa dapat melakukan pertemuaan koordinasi lints stakeholder agar target penerimaaan BPHTB tahun ini dapat terpenuhi.

                Selanjutnya kepada seluruh camat, Eldin mengajak untuk tetap memberikan pelayanan yng terbaik, terutama terkait surat-surat administrasi kepemilikan dan jual beli properti  di wilayah kerjanya masing-masing. “Beri playanan public trbaik anda, jangan sekali lagi saya mendengar para camat cenderung mempersulit pengurusan surat silang sengketa seperti informasi yang saya peroleh!” tegasnya.

BACA JUGA :   Jual Chip Domino, Pedagang Toko Kelontong di Aceh Timur Diciduk Polisi

                Kadispenda Kota Medan, H.M Husni SE MSi dalam laporannya mengatakan, guna mewujudkan target BPHTB tahun ini sebesar Rp.335,9 miliar perlu membangun kekuatan bersama dengan melakukan koordinasi dan intensifikasi bersama pemangku kpentingn yang ada yaitu PPAT, Notaris, BPN, Kantor Lelang Negara, Bank Sumut maupun stakeholder terkait lainnya.

                “Diperlukan membangun jembatan nurani sehingga terbentuk persepsi yang sama, guna membangun komitmen bersama untuk memberhasilkan target BPHTB tahun ini. Artinya, intensifikasi yng dilakukan dengan membangun forum silaturahmi.  Sebab, pemangku  kepentingan yang ada memiliki hubungan kausalitas yang tidak dapat dipisahkan dengan Dispenda,” paparny.

                Melalui forum silaturahmi seperti rapat intensifikasi ini, Husni bharap mndapat masukan dan mengetahui apa yang menjadi kendala terkait BPHTB. Dengan demikian target BPHTB yang telah ditetapkan dapat dipenuhi. Di smaping itu Husni pun berharap agar dunia property bergliat kembali, sehingga penerimaan dri BPHTB bisa lebih besar lagi.(LR)