IKLAN YARA

Wali Kota dan Dandin 02/01 BS Panen Perdana Padi Varietas

oleh -149.489 views
UPDATE CORONA

Medan  | mediarealitas

Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S Msi  bersama Dandim 02/01 BS, Letkol Inf Maulana Ridwan melakukan panen perdana padi varietas  Deplot Kartika I-82 dengan pola tanam Jajar Legowo binaan Kodim 02/01 BS bekerjasama dengan  Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan di Komplek Pamen Jalan Gaperta VIII dan XIII, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (8/3).. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkat swasembada pangan di wilayah Kota Medan/ Kodim 02/01 BS.

.           Eldin dalam sambutannya mengatakan, panen perdana ini merupakan momentum atau bentuk dukungan .semua terhadap perwujudan program Bapak Presiden Joko Widodo dalam hal  swasembada pangan. Mski demikian lebih dri itu, Wali Kota menganggap kegiatan ini lebih kepada peningkatan hasil produksi Kota Medan menuju pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat secara lebih mandiri.

            “Saya bertekad kota yang kita cintai bersama ini harus mampu menciptakan berbagai peluang serta dapat mensejahterakan warganya. Tiidak hanya itu  kegiatan ini juga merupakan peningkatan produksi dan produktivitas yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sehingga kedepannya kehidupan yang dapat hidup lebih sejahtera”, kata Wali Kota..

             Menurut Eldin, kerjasama antara Pemko Medan dengan Kodim 0201 BS ini akan terus berlangsung dan nantinya dia berharap semua dapat terus berdiskusi tentang berbagai hal dalam meningkatkan produktivitas pangan Kota Medan. Wali Kota yakin swasembada pangan merupakan cita-cita bersama dapat diwujudkan dengan bersama-sama.

BACA JUGA :   Delapan Mantan Perangkat Desa di Rote Ndao, Gugat Kadesnya ke PTUN

             “Jika Medan dan daerah-daerah lain yang lebih cepat merealisasikan swasembada pangan dengan sendirinya, maka swasembada pangan secara nasional akan terwujud. Negara yang swasembada  sudah barang tentu akan menjadi negara yang bermartabat, mandiri dan memiliki posisi tawar yang tinggi dalam pergaulan internasional,” ungkapnya.

Wali Kota kemudian menjelaskan, Pemko Medan ke depannya akan mengaktifkan kembali lahan – lahan yang kosong untuk dikerjasamakan dengan Kodim 02/01BS, guna ditanami padi. Selain itu Pemko Medan juga memahami kendala – kendala yang dialami kelompok tani, seperti gangguan burung. Untuk itu perlu dijaga.agar butir pdi yang sudah baik itu dimakan burung.

“Saya berharap dengan padi yang telah dihasilkan oleh kelompok tani ini, Bulog dapat mengantisipasinya dengan menjaga harga baik itu harga padi maupun gabah. Harga gabah yang dibeli kepada petani harus sesuai ketentuan, jangan sampai mengurangu minat kelompok tani untuk bertanam”, harapanya.

Dandim 02/01 BS, Letkol Inf Maulana Ridwan  mengatakan, pihaknya bersama Pemko Medan telah membuat deplot padi seluas 9 hektar, dan tahap pertama yang dipanen ini seluas kurang lebih 1 hektar. Lalu 4 hektar lagi.sudah tertanam dan berumur 3 minggu. Kemudian akan dilanjutkan dengan penanaman di lahan seluas lebih kurang 4 hektar lagi..

“Deplot padi ini menerapkan pola tanam padi varietas kartika I-82 semi organik. Artinya pola ini banyak menggunakan bahan – bahan organik, baik pada saat pesemaian benih, persiapan lahan dan pada saat pemupukan. Diharapkan dengan pola tanam ini dapat lebih meningkatkan hasil panen”, kata Dandim .

Untuk mendorong para petani gemar menggunakan pupuk organik dan secara bertahap mengurangi ketergantungan kepada pupuk kimia bersubsidi,  Dandim minta .kepada Dinas Pertanian terkait memberikan pelatihan serta pendampingan kepada para kelompok tani. Selain itu juga secara selektif memfasilitasi alat pengolah sampah organik menjadi pupuk organik untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani.

BACA JUGA :   Kenang Jasa Pahlawan, Kemenkumham Tabur Bunga Di Teluk Jakarta

            “Peningkatan produksi tanaman  pangan perlu tetap ditingkatkan setiap tahunnya baik dari segi kuantitas maupun kualitas, mengingat dari tahun ke tahun kebutuhan pangan mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan penduduk “, ungkapnya..

              Setelah panen perdana, lanjut Maulana , diharapkan diharapkan diperoleh bibit terbaik hasil dari gabah yang didapat pada musim pertama ini. Artinya, hsil panen perdana ini. dapat menjadi bahan evaluasi, “Jika kurang banyak apa yang menjadi kendalanya, sebaliknya  jika sudah cukup maka akan dikembangkan, Kita juga akan salurkan kepada poktan – poktan agar dapat menanam dengan jenis varietas I-82 ini. karena  akan dua kali lipat lebih besar dari pada tanaman padi biasa,” terangnya.(LR)