IKLAN YARA

Pemko  dan Desk Pilkada Kementerian Polhukam Evaluasi Pillkada Medan

oleh -112.489 views
UPDATE CORONA

Medan | mediarealitas

Secara kolektif, seluruh tahapan Pilkada Medan telah dilakukan dengan optimal, namun memang harus diakui tingkat pemilih di kota ini cenderung menurun. Ini merupakan pekerjaan rumah bagi Pemko Medan, KPU, maupun partai politik untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi diwakili Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis dalam diskusi Evaluasi Pilkada Medan. Jumat (4/3) di kantor Wali Kota Medan. Hadir dalam evaluasi ini Ketua Tom Desk Pilkada Serentak Kemenko Polhukam Wardiono dan narasumber Titik Angraeni yang merupakan Direktur Eksekutif Perludem. Turut dalam diskusi yang menghadiri pimpin partai politik ini antara lain Kapolresta Kombes Pol Mardiaz Kusin, Dandim 02/01 BS Letkol Infantri Maulana Ridwan, Kadis Kominfo Medan Drs Darussalam Pohan MAP, Kaban Kesbang Linmas Ceko Wahda Ritonga, serta seluruh komisioner KPU Medan dan segenap tokoh masyarakat.

BACA JUGA :   Muhammadiyah & NU Bersatu Sebarkan Islam Moderat di Bumi Madura

Menurut Wali Kota rendahnya partisipasi pemilih ini sesungguhnya tidak serta merta menunjukkan ketidakpedulian warga kota dalam pembangunan di Medan. Pemko Medan juga memiliki berbagai program pembangunan berbasis masyarakat. Dan sampai saat ini partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota Medan terus berjalan sinergis dengan Pemko Medan.

Wali Kota juga mengatakan, kelancaran pelaksanaan Pilkada Medan juga merupakan buah kerja sama yang solid dari segenap penyelenggara pilkada, baik itu KPU, Bawaslu, Polri dan TNI. Kendati demikian, hal lumrah jika terjadi sedikit dinamika terkait hasil pilkada. “Namun alhamdulillah dinamika pilkada yang terjadi dalam bentuk sengketa hasil pilka juga mampu disikapi sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku,” ucap. Sekda membacakan sambutan terulis Wali Kota Medan.

BACA JUGA :   Polda Jateng Tangkap DC-Direktur Pinjol Ilegal Yogya

Sementara itu, Ketua Tim Desk Pilkada Kemenko Polhukam, Wardiono, dalam paparannya menyebutkan, hal yang paling perlu dievaluasi dalam Pilkada Medan adalah soal rendahnya partisipasi pemilih.

“Dalam pilkada serentak yang digelar Desember 2015 lalu, Medan merupakan kota yang paling minim tingkat partisipasi pemilihnya. Hanya 26 persen,. Ini tentunya perlu menjadi evaluasi kita bersama, terutama para penyelenggara dan tokoh-tokoh yang ada di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perludem, Titi Angraeni memaparkan, ada dua instrumen evaluasi yang digunakan, Keduanya adalah disain sistem pilkada dan aktor. MIsalnyua, soal sistem pendataan pemilih maupun soal kapasitas calon maupun partai yang mendukungnya.

BACA JUGA :   Polisi Bongkar Ganja Seberat 1,370 Ton, 12 Orang Jadi Tersangka

Selain itu, ungkapnya, pilkada serentak juga diawali dengan berbagai perdebatan politik serta keraguan dalam hal regulasi. Ini juga membuat rakyat menjadi terpengaruh untuk enggan menggunakan hak pilihnya.

Di samping itu, Titi juga mengungkapkan, bisa saja rendahnya partisipasi pemilih merupakan cerminan protes masyarakat atas parpol yang dianggap tidak selektif dalam mendukung calon.

“Berbagai hal bisa menjadi penyebab rendahnya partisipasi masyarakat, di samping memang adanya masalah dalam pendataan maupun sosialisasi,”ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung secara hangat itu bermuara pada kesimpulan, perlunya dilakukan pendidikan politik bagi pemilih. Ini bukan saja tugas Pemko Medan maupun KPU, tetapi juga oleh partai politik. (LR)