IKLAN YARA

Pedagang Monza Bebas Berjualan di Bahu Jalan Oknum Camat Medan Area Dituding Terima “Upeti”

oleh -108.489 views
UPDATE CORONA
 
Medan | mediarealitas
Oknum Camat Medan Area inisial M A S, diduga telah menerima “Upeti” dari para pedagang barang bekas (monza). Pasalnya, para pedagang monza tersebut saat ini bebas berjualan di bahu jalan, di kawasan Jalan AR Hakim, Medan, dan mengakibatkan, penertiban terhadap pedagang tersebut tidak dilakukan dengan baik.
Menurut, informasi didapat Tegaberita.com dari sumber layak dipercaya, Senin (7/3) mengatakan, bila ingin menempati lokasi untuk berjualan, para pedagang diharuskan memberikan setoran uang atau retribusi kepada oknum camat tersebut.
“Jumlah setoran yang diberikan pedagang monza itu besarannya bervariasi, mulai dari 1 juta hingga 2 juta rupiah per lapak,” kata sumber, kepadamediarealitas.com, yang minta namanya tidak ditulis.
Sumber menjelaskan, sebelum sampai ke tangan oknum camat dimaksud, uang setoran itu, terlebih dulu disetor kepada ‘PS’ (pemuda setempat-red).
Senada dengan itu, Perdi (nama samara-red), salah seorang warga Jalan AR Hakim, Medan, mengatakan, sangat menyanyangkan kinerja oknum Camat Medan Area, karena telah membiarkan kondisi jalan dimaksud menjadi semakin semrawut.
“Sebagai orang yang bertanggung jawab, camat seharusnya mendukung program Walikota, bukan malah menerima setoran untuk kepentingan pribadi,” bilang Perdi.
Sebagai warga Kota Medan, sambung Perdi, dirinya meminta agar Kota Medan menjadi kota yang asri, indah dan nyaman serta tidak semrawut.
“Bukan malah menciptakan kawasan Jalan AR.Hakim Medan menjadi kawasan kumuh dan tidak tertata dengan baik,” tandas Perdi.
Lebih jauh Perdi menekankan, akibat ketidakpedulian camat untuk menertibkan pedagang monza dimaksud, besar kemungkinan tudingan warga soal camat telah menerima “upeti”  makin gencar. “Jika tidak pedagang itu pasti sudah di gusur,” pungkas Perdi.
Terkait persoalan itu, Iwan (nama samaran-red), salah seorang Juru Parkir (Jurkir) di lokasi tepat berjualan para pedagang monza itu, kepadaWartawan membenarkan fasilitas jalan negara tersebut disewa pedagang, dengan biaya sebesar Rp 1 juta hingga 2 juta per lapak.
Menurut Iwan, setiap bulannya, para pedagang tersebut diwajibkan membayar kepada pemuda setempat sebagai perpanjangan tangan oknum camat itu.
Bahkan, sambung Iwan, setiap juru parkir yang ada di area lokasi itu juga diharuskan membayar setiap bulannya sebesar Rp600 ribu.
“Para pedagang memang dikasih berjualan di bahu jalan atau di trotoar jalan ini, bang. Namun, mereka diwajibkan untuk memberikan uang sebagai imbalannya. Dan uang itu, nantinya akan disetorkan kepada camat didaerah ini. Tapi, jika tidak, pedagang dilarang berjualan di sekitar kawasan jalan AR Hakim ini, bang,“ beber Iwan, seraya menambahkan, para pedagang berani memberikan sejumlah uang setoran itu dikarenakan para pedagang butuh tempat untuk berjualan.
Menurut Iwan, selama beberapa bulan pedagang menjajakan daganganya, belum juga ada penertiban.
“Itu semua karena sudah ada jaminan dari pemuda setempat untuk mengkondisikan agar lahan tersebut tidak tersentuh oleh para petugas yang ingin melakukan razia terhadap para pedagang,” ungkap Iwan.
Padahal, ungkap Iwan, Surat Edaran/ Peringatan yang diberikan pihakl kecamatan kepada pedagang, yang bertuliskan, ‘dilarang berjualan dan meletakkan barang di atas jalan umum, trotoar, diatas parit dan jalur hijau di sepanjang jalan AR Hakim’ pada tanggal 22 Januari 2016 lalu dan diberikan batas waktu untuk mengosongkan tempat, selama 2×24 jam, namun sampai saat ini para pedagang masih berjualan.
Sementara itu, pantauan awak media ini dilapangan, terlihat disepanjang Jalan AR Hakim, Medan, penuh dengan berbagai pedagang, seperti pedagang barang bekas, sepatu bekas dan lainnya. Dan itu mengakibatkan terjadinya kemacetan akibat jalan dikawasan tersebut menjadi sempit oleh banyaknya para pedagang menjajakan dagangannya dilokasi yang telah dilarang pemerintah setempat itu.
Dikesempatan sama, saat ingin dikonfirmasi mediarealitas.com, di Kantor Camat Medan Area, oknum camat tersebut, tidak berada ditempat.
Salah seorang staf pegawai dikantor camat itu, mengatakan, camat tersebut tidak ada diruangan kerjanya. “Pak Camat sedang keluar, bang,” katanya singkat, sembari meninggalkan kru mediarealitas.com saat itu. (ZM)
BACA JUGA :   Muhammadiyah & NU Bersatu Sebarkan Islam Moderat di Bumi Madura