IKLAN YARA

Kajari dan Kapolres tak Mampu Ungkap Kebocoran Retrebusi di Dishub Binjai

oleh -127.489 views
UPDATE CORONA
Binjai | mediarealitas
    
Sejumlah elemen masyarakat Kota Binjai menuding, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Wilmar Ambarita SH dan Kapolres Binjai AKBP Mulya Hakim Solichin SIK, tidak mampu mengungkap dugaan kebocoran retribusi jalan di beberapa pos yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Binjai, termasuk di Pos Paya Robah dan Pos Jalan Ir. Juanda, daerah setempat.
    
Kepada awak media ini, beberapa waktu lalu, sumber mengatakan, dengan dalih untuk biaya retribusi angkutan jalan yang dipungut oleh para petugas di Pos Dishub tersebut, dikenakan tarif sebesar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per sekali lintas terhadap ratusan truk pengangkut matrial galian C dan barang lainnya.
    
Menurut sumber, pihak aparat hukum, seperti pihak Kejaksaan maupun Kepolisian, sepertinya tidak berdaya untuk mengungkap persoalan dimaksud, karena bisa dikonfrontir di lapangan hasil pungutan yang menggunakan kwitansi dengan target PAD yang telah ditentukan dalam setahun.
    
“Sehingga dugaan kelebihan uang yang dipungut dari para supir truk itu sebagai bentuk kebocoran, dan kemana saja mengalirnya dana itu,” kata sumber.
    
Seperti halnya, ketika dipantau di Pos Dishub Paya Robah, di Pos yang kerab dijaga oleh oknum Kabid Angkutan Darat Dishub Binjai berinisial S dan oknum berpakaian militer, setiap harinya selama 24 jam dilakukan pungutan, dengan dalih retribusi angkutan jalan.
Padahal, kapasitas jalan dengan daya tahan maximal 8 ton itu yang ditangani pihak Provinsi Sumatera Utara tersebut, disinyalir sangat rawan terjadinya kebocoran, disamping kondisi jalan di sekitar Pos Dishub itu kondisinya sudah sebagian hancur akibat dilindasi oleh truk bermuatan lebih tonase.
    
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Binjai, Fadlan SH MH, sangat sulit dikonfirmasi di kantornya, di jalan Perintis Kemerdekaan, Kebun Lada Binjai. Menurut seorang pegawai didinas dimaksud, oknum Kadis tersebut jarang ada ditempat.
    
“Kadis lebih sering keluar kantor, termasuk ke kantor Walikota Binjai atau ke gedung MABMI di Rambung Binjai,” sebut Pegawai itu. (SUP/AHP).
BACA JUGA :   Terkait Dugaan Suap, Bupati Muba dan Lima ASN Ditangkap KPK