IKLAN YARA

Dishub Tertibkan Jukir Liar di Pajus 4 Orang Diamankan

oleh -108.489 views
UPDATE CORONA

Medan | mediarealitas

                Dinas Perhubungan Kota Medan menertibkan juru parkir (jukir) liar di seputaran Pajak Universitas Sumatera Utara (Pajus) Jalan Jamin Ginting Medan, Sabtu petang (19/3). Penertiban ini dilakukan karena keberadaan jukir liar itu selama ini  menyebabkan terjadinya kemacetan, sebab mereka membuat parkir berlapis di kawasan tersebut.

                Dari penertiban yang dilakukan tersebut, 4 jukir liar (3 pria dan 1 perempuan) berhasil diamankan, yakni Dedy Syahputra Tanjung (46), warga Jalan Jamin Ginting Gg Diponegoro, Advent (18), warga simalingkar, Dedy Sungkowo (38), warga Jalan Karya Bersama dan Zahara nasution (49), warga Jalan Yos Sudarso.

                Penertiban yang dipimpin Kabid perparkiran Disbub Kota Medan, SP Tambunan sempat ricuh. Sebab, para jukir yang mau diamankan itu menolak ketika mau dibawa dan mengatakan mereka legal. Namun Tambunan tak bergeming, ditambah lagi keempat jukir liar itu tidak dilengkapi dengan identitas resmi, termasuk tiket yang mereka keluarkan.

                Keempat jukir liar tersebut selanjutnya diserahkan kepada Shabara Polresta Medan untuk dilakukan pembinaan. Sebab, menurut Tambunan, keberadaan Tim Penertiban parkir Liar Dishub Kota Medan sifatnya hanya melakukan penertiban. “Untuk penindakan itu domain aparat kepolisian. Itu sebabnya keempat jukir itu kita serahkan kepada Shabara Polresta Medan,” kata Tambunan.

BACA JUGA :   Kondisi Daerah Terdampak Erupsi Gunung Semeru di Jatim

                Kadishub Kota Medan, Renward Parapat membenarkan timnya melakukan penertiban jukir liar di Pajus Jalan Jamin ginting. “Ada 4 jukir yang kita amankan. Terbukti mereka tidak ada identitas dan membuat parkir berlapis sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan. Akibatnya warga pengguna jalan merasa resah dan keberatan,” jelas Remward.

                Ditambahkan Renward lagi, penertiban yang dilakukan itu merupakan kegiatran rutin Dishub Kota Medan sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan. Untuk kawasan Pajus, Renwar mengaku sudah dua kali melakukan penertiban. Itu sebabnya begitu menerima ionformasi ada jukir liar di kawasan Pajus, Renward langsung menurunkan timnya untuk melakukan penertiban.

                “Kebetulan sekarang sudah dibentuk tim pemberantasan premanisme oleh Sabhara Polresta Medan. Itus ebabnya keempat julir liar ini, usai kita amankan langsung diserahkan kepada Shabara Polresta Medan untuk dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

                Selanjutnya Renward menjelaskan, jika ada potensi parkir di suatu kawasan boleh-boleh saja. Yang penting  harus diproses perizinannya ke Dishub Kota Medan gar jukirnya diberi bed (kartu identitas). Di samping itu harus melaksanakan parkir sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan Dishub Medan.

BACA JUGA :   Polri Gelar Operasi Kemanusiaan Aman Nusa II Tanggulangi di Jatim

                “Untuk Jalan Jamin Ginting, tidak boleh dilakukan parkir berlapis maupun sudut. Yang diperbolehkan parkir sejajar. Kenyataan yang sering kita temukam, parkir di sana sering dibuat sudut dan berlapis. Nah inilah yang menjadi masalah. Untuk itulah besok (Senin ini) kita akan turunkan tim full untuk kembali menertibkan parkir, khususnya kawasa Pajus,” paparnya.

                 Seharusnya Pajus itu bilang Renward, menyediakan lahan parkir bagi para pengunjungnya. Sebab, animo masyarakat untuk belanja ke sana cukup tinggi.  Dampak ketiadaan lokasi parkir itu kepada pengguna jalan lainnya. Untuk efektif penertiban, Renward menegaskan mereka selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan polisi militer.

                Kemudian Renward memaparkan, guna mengatasi kemacetan akibat parkir ini, pihaknya telah mengajukan Ranperda Penyelenggaraan Lalu Lintas sebagai perubahan Perda No.2 tahun 2014 kepada DPRD Medan dan tengah dilakukan pembahasan. Renaward berharap Ranperda itu secepatnya disahkan menjadi Perda.

BACA JUGA :   Polisi Ungkap Ratusan Kilogram Ganja di Jaringan Lintas Sumatera

                “Ranperda itu sudah kita masukkan tahun 2015 dan telah dilakukan pembahasan. Dalam Ranperda yang kita ajukan itu, ada satu poin yang berkaitan dengan parkir. Ada tindakan yang bisa kita lakukan seperti di Jakarta maupun kota-kota lain. Selain menggembosi, mereka juga sudah berani menggerek kenderaan bermotor yang parkir sembarangan. Apabila ranperda ini sudah disahkan menjadi Perda, Dishub Medan pun akan melakukan seperti itu,” tegasnya.

                Sebagai contoh ilustasi, Renward mengatakan saat ini banyak sepeda motor yang parkir di atas trotoar.  Apabila Ranperda itu sudah disahkan menjadi Perda, maka begitu tim Dishub Kota Medan turun dan menemukan ada sepeda motor yang parkir di atas trotoar langsung diperingati. Jika tidak diindahkan, ban sepeda motornya kita gembosi, termasuk mobil yang parkir sembarangan.

                “Untuk P.APBD Tahun 2016, kita sudah anggarkan untuk pembelian jaring dan mobil derek yang lebih modern seperti di Jakarta. Saya yakin hal ini akan menimbulkan efek jera bagi pengendara kenderaan bermotor yang parkir sembarangan!” tegasnya.(LR)