IKLAN YARA

Dinilai KKN, Kajari Binjai Diminta LanjutkanPemeriksaan Pengadaan Baju DPRD Binjai

oleh -105.489 views
UPDATE CORONA
Binjai | mediarealitas
    
Sejumlah elemen masyarakat dan para aktivis LSM di Kota Binjai meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai Wilmar Ambarita, SH beserta jajarannya, termasuk Seksi Intelijen dan Pidsus segera menuntaskan kasus pengadaan tiga pasang baju dinas para anggota DPRD Binjai untuk TA 2015 lalu, dengan anggaran sekitar Rp114 juta lebih.
Pasalnya, dalam pengadaan tiga pasang baju tersebut, diduga terjadinya praktek KKN yang melibatkan pihak Panitianya disebut-sebut Sekwan berinisial P dan J yang juga bertugas sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binjai.
    
Informasi yang dihimpun awak media ini, beberapa waktu lalu, kasus tersebut sempat dilidik pihak Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, terkait dengan proses tender atau PL proyek tersebut yang bertentangan dengan ketentuan yang ada, disamping kwalitas bahan pakaian dan lainnya yang berpotensi terjadinya kerugian keuangan Negara.
    
Bahkan dilaporkan sumber, kasus ini sudah dilimpahkan ke Seksi Pidsus untuk ditindak-lanjuti, karena sejumlah pihak sudah berkali-kali diperiksa termasuk oknum J Sekretaris Dinas PU Binjai yang tetap ngotot tidak bersalah dalam kasus tersebut.
    
Sebelumnya, oknum J selaku Pantian Pengadaan Proyek baju anggota DPRD Binjai ini, sudah tiga kali mondar-mandir diperiksa atau dimintai keterangan oleh bagian Intelijen Kejari Binjai, namun dirinya tetap ngotot tidak bersalah karena yang dibuatnya adalah sesuai dengan Ketentuan yang ada.
    
Bahkan oknum J sempat menuding salah seorang anggota DPRD Binjai yang mencuatkan persoalan ini ke ranah hukum, dan sudah sempat bertemu dengan suami oknum anggota DPRD Binjai itu.
    
Terkait persoalan dimaksud, Kajari Binjai dan jajarannya diminta serius menuntaskan kasus baju para anggota DPRD Binjai, dan meningkatkan status prosesnya dari penyelidikan sampai dengan ke penyidikan, sekaligus menetapkan para tersangkanya, termasuk oknum Panitia Proyek itu, seperti oknum Sekwan P, dan J serta panitia penerima barang.
    
“Kalau perlu, para oknum Panitia yang terkait segera ditangkap saja demi tegaknya Supremasi Hukum di kota ini, dan tidak ada yang merasa kebal hukum,” pungkas seorang aktivis LSM di daerah itu. (AHP/SUP).

 

BACA JUGA :   24 Tahanan LPKA Jambi Lari, 19 Berhasil di Tangkap 5 Lagi Hilang Jejak