63119 KALI DIBACA

Satpol PP Tertibkan Pedagang Kaki Lima Pasar Sei Sikambing

Satpol PP Tertibkan Pedagang Kaki Lima Pasar Sei Sikambing
example banner

Medan | mediarealitas

                Puluhan pedagang kaki lima di Pasar Sei Sikambing, terutama  pedagang ikan dan sayur mayur yang biasa menggelar lapak di badan Jalan Kaptem Muslim terkejut bukan kepalang saat melihat 3 SKK (150 petugas)  petugas Satpol PP Kota Medan tiba-tiba datang dan melakukan penertiban, Kamis (4/2). Meski berusaha mempertahankan dagangannya namun petugas satpol PP lebih cepat dan sigap mengamankannya.

                Penertiban ini dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan, M Sofian. Dengan tegas, mantan Camat Medan Area itu memerintahkan anggotanya untuk mengangkut dagangan para pedagang yang acapka kali menyebabkan terjadinya kemacetan lalu-lintas di  persimpangan Jalan Gatot Subroto/Jalan Kapten Muslim.

                Pedagang kaki lima yang didominasi inang-inang (mamak-mamak) ini, berusaha sekuat tenaga menghalangi  petugas yang ingin mengangkut dagangan. Ada yang memeluk keranjang berisi sayuran, ada juga yang coba merebut ember berisi ikan dari tangan petugas. Di samping itu ada pula yang tarik-tarikan keranjang maupun payung dengan petugas.

                Malah lebih dari itu, salah seorang pedagang pria yang tidak terima barang  dagangannya diangkut sempat melempar petugas dengan batu sebagai bentuk pelampiasan kemarahan.  Namun upaya tersebut kandas, sebab petugas tetap saja menjalankan tugasnya  untuk memberikan efek jera agar para pedagang kaki lima tidak berjualan di badan jalan lagi.

                Penertiban berlangsung singkat, sebab  kehadiran petugas beserta  sejumlah truk dan pick-up untuk melakukan penertiban menyebabkan terjadinya kemacetan lalu-lintas. Apalagi para pedagang kemudian memenuhi badan jalan sebagai bentuk protes keras atas penertiban yang dilakukan tersebut. Itu sebabnya Sofian langsung memerintah anggotanya unutk meninggalkanm lokasi.

                Menurut Sofian, penertiban ini dilakukan karena  warga, terutama para pengemudi kenderaan bermotor sudah sangat resah atas keberadaan  para pedagang kaki lima. Sebab, mereka mengambil lebih dari separuh jalan untuk menggelar dagangannya. Tak pelak kondisi itu menyebabkan terjadinya kemecetan lalu lintas, terutama pagi dan sore hari.

                “Kita sudah berulangkali melakukan penertiban di tempat ini namun para pedagang tetap saja membandel. Selama ini  dagangan mereka yang kita angkut dikembalikan pada saat mereka (pedagang) datang ke kantor. Namun untuk memberikan efek jera, barang dagangannya kali ini tidak akan kita kembalikan lagi!” tegasnya.

                Untuk menghindari terjadinya kerugian lebih besar, Sofian mengingatkan para pedagang agar tidak berjualan lagi di badan jalan. Apabila peringatan ini tak diindahkan pedagang, Sofian menegaskan akan kembali melakukan penertiban. “Kita akan terus pantau. Apabila mereka tetap berjualan, langsung kita tertibkan!” tegasnya.

Peringatan Terakhir

                Sebelumnya menertibkan pedagang kaki lima di Pasar Sei Sikambing, Kasatpol PP lebih dahulu mendatangi para pedagang kaki lima yang berjualan di seputaran Titi Gantung. Selanjutnya, para pedagang, baik itu yang berjualan makanan dan minuman baik menggunakan lapak maupun di atas sepeda motor, serta pedagang buku bekas diminta untuk menghentikan aktifitas jual beli.

                Kemudian Sofian minta kepada mereka untuk berkumpul di Titi Gantung. Setelah para pedagang berkumpul seluruhnya, Sofian pun mengumumkan agar mereka tidak berjualan lagi di kawasan tersebut.   “Mulai hari ini, saya minta tempat ini dikosongkan. Artinya, tempat ini tidak diperbolehkanlagi untuk berjualan, baik itu berjualan makanan dan minuman maupun berjualan buku bekas. Sebab, tempat ini merupakan cagar budaya. Saya sudah berulangakali mensosialisasikannya. Untuk itu apabila dilanggar, langsung ditertibkan!” tegas Sofian.

                Beberapa pedagang makanan dan minuman minta tolong kepada Sofian agar bisa diperkenankan berjualan untuk hari itu saja. Sebab, mereka telah mengeluarkan modal untuk menyiapkan dagangan. “Apabila besok (hari ini) berjualan lagi, kami siap ditertibkan. Kalau untuk hari ini, kami mohon kemurahan hati bapak untuk mengizinkannya. Kami minta tolong, pak,” ujar salahs seorang ibu-ibu pedagang memelas.

                Sofian pun tak sampai hati, dia pun mengizinkannya. Namun untuk keesokan harinya, dia menegaskan tidak akan kompromi lagi. Sebaliknya salah seorang pria mewakili pedagang buku bekas, juga minta agar mereka tetap diperkenankan berjualan di kawasan itu mengunggu kios penampungan di Lapangan Merdeka dioperasikan.

                Namun permintaan itu langsung ditolak. “Sekali lagi saya tegaskan, kawasan Titi Gantung ini tidak diperkenankan untuk tempat berjualan apapun. Sebab, Pemko Medan telah menyediakan lokasi penampungan sementara di Jalan Pegadaian sampai diopetrasikannya kios buku di Lapangan Merdeka. Jadi saya minta mulai besok, tempat ini harus bersih dan tidak ada lagi yang berjualan,” jelasnya.

                Meski para pedagang buku mengeluarkan sejumlah argumen disertai berkas-berkas namun Sofian tak bergeming sedikit pun. “Jika masih tetap berjualan, saya tidak ada kompromi lagi dan langsung ditertibkan!” pungkasnya.(LR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS