108619 KALI DIBACA

Pemko Medan Tak Perlu Malu Belajar Kebersihan Dari Kota Balikpapan

Pemko Medan Tak Perlu Malu Belajar Kebersihan Dari Kota Balikpapan
example banner

Balik Papan | mediarealitas

                Jika ingin menjadikan Medan bersih dari sampah, tak ada salahnya jika Pemko Medan berguru dengan Pemko Balik Papan, Provinsi Kalimantan Timur. Meski  kota seluas  81.495 hektar itu baru berusia 119 tahun namun sudah sangat piawai dalam menangani masalah kebersihan. Itu sebabnya sejak tahun 2001, kota dengan visi  Mewujudkan Kota Balikpapan Nyaman Dihuni Menuju Madinatul Iman ini berhasil meraih Piala Adipura. Di samping itu sudah 5 kali mendapatkan  penghargaan paling bergengsi dalam bidang kebersihan yakni Adipura Kencana.

                Namun keberhasilan itu tentunya tidak mudah diperoleh, dibutuhkan  keseriusan dan kerja keras dari seluruh jajaran Pemko Balikpapan serta  dukungan penuh masyarakatnya. Seperti yang diungkapkan Kabag Humas Pemko Balikpapan diwakili Satro Taufik selaku Kasubbag Pemerintahan Penerangan dan Penerbitan (P3) ketika menerima kunjungan wartawan yang tergabung dalam LSM-Pemantau Kinerja Aparat Daerah (P-KAD) di Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis pekan lalu (14/1).

                “Dulunya Kota Balikpapan ini jorok. Dengan masyarakat yang heterogen, sulit untuk menjadikan Kota Balikpapan bersih dari sampah. Namun berkat kerja keras dan kemauan kita semua, Alhamdulillah kita berhasil mewujudkannya. Inti dari semua ini bagaimana bis amengajak masyarakat untuk hidup bersih. Sebab, menciptakan kebefrsihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata melainkan seluruh lapisan masyarakat. Apalagi  masyarakat juga yang akan merasakan manfaat dari kebersihan itu sendiri,” kata Satrio.

                Selain itu tambah Satrio lagi, keberhasilan kota yang diapit laut dan dua hutan lindung ini buah dari pembelajaran yang mereka lakukan dengan Pemko Surabaya. Mereka terinspirasi dengan keberhasilan yang dilakukan sang Wali Kota ketika itu yakni Tri Rismaharini. Dari hasil pembelajaran itu, mereka kemudian membuat peraturan untuk membuat efek jera bagi masyarakat yaitu Perda No.10/2004.  Dalam Perda itu tegas diatur sanksi bagi masyarakat yang membung sampah sembarangan, termasuk melanggar jadwal pembuangan sampah yang telah ditetapkan.

                “Selain sanksi berupa denda bagi warga yang melanggar, Perda No.10/2004 ini juga mengatur jadwal masyarakat untuk membuang sampah. Pembuangan sampah dimulai pukul 18.00 Wib sampai 06.00 WIB. Setelah itu warga dilarang buang sampah lagi. Jika kedapatan, langsung dikenakan sanksi berupa pembayaran denda!” ungkapnya.

                Di samping itu mereka bilang Satrio, tak bosan-bosannya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan melalui program  Clean, Green & Health (CGH). Kemudian apratur terkait bekerjasama dengan aparat kepolisian dan kejaksaan sering turun menggelar operasi yutisia. “Setia Warga yang kedapatan buang sampah sembarangan dan tidak sesuaid engan jadwal, langsung disidang di tempat,” paparnya.

                Seiring  dengan penerapan itu, satrio juga mengatakan Dinas Kebersihan Pertamanan Perkotaan Kota Balikpapan pun bekerja keras untuk menjadikan Kota Balikpapan bersih sampah. Setiap harinya dibuat 3 shif untuk pekerja penyapu jalan untuk melakukan pembersihan.  Kemudian mobil pengangkut sampah mengangkut sampat mulai pukul 18.00 sampai 06.00 WITA. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu aktifitas di siang hari, terutama kelancaran lalu lintas.

                Perlahan-lahan  kerja keras ini pun membuahkan hasil. Kota penyuling minyak itu pun mulai berubah menjadi bersih sehingga berhasil mendapatkan Piala Adipura dan Adipura Kencana. Menurut satrio, keberhasilan itu membuat seluruh jajaran Pemko Balikpapan dan masyarakat semakin termotivasi  untuk membuadayakan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Karenanya, sulit menemukan sampah di seluruh jalanan di Kota Balikpapan.

                Ketua Umum DPP LSM P-KAD, Lilik Riadi Dalimunthe didampingi sejumlah pengurus lainnya, mengaku sangat puas dengan penjelasan yang disampaikan Satrio. Selaku mitra sharing Pemko Medan, Lilik mengatakan mereka akan menyampaikan semua masukan ini kepada Pj Wali Kota Medan, Drs Randiman Tarigan.

                “Meski Pj Wali Kota dalam hitungan hari memimpin di Kota Medan, saya yakin beliau pasti bisa menerapkan ini sehingga keinginan untuk menjadikan Kota Medan bersih sampah bisa terwujud.  Artinya, Pemko Medan tidak perlu malu belajar dengan kota kecil Balikpapan. Apalagi masyarakat Kota Medan dengan Kota Balikpapan sama-sama heterogen. LSM P-KAD siap mendukungnya,” tegas Lilik.

                Selama 4 hari melakukan studi banding di Kota Balikpapan, Lilik beserta pengurus L-PKAD sangat terkagum dengan kebersihannya. Sulit menemukan smpah beserakan di jalanan baik siang dan malam. Di samping itu penataan kotanya juga cukup baik, papan reklame tertata dengan baik, taman-taman sangat asri dan tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu-lintas juga cukup tinggi.(LR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS