IKLAN YARA

Peringati Hari HAM Sedunia, Mahasiswa Gelar Aksi Damai

oleh -137.489 views
UPDATE CORONA

10-12- DEMOLHOKSEUMAWE – Puluhan mahasiswa peduli Hak Asasi Manusia (HAM), menggelar aksi damai di bundaran Simpang Tujuh, Kota Lhokseumawe, Kamis, (10/12). Aksi memperingati hari HAM sedunia yang jatuh pada 10 Desember 2015 ini mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian dari Mapolres Lhokseumawe.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli HAM ini membentang spanduk dan poster,diantaranya berisikan, Hari Ham Sedunia, Usut Tuntas Pelanggaran HAM Aceh, Diamnya Pemerintah Hari ini, Membuktikan Hak Asasi Manusia Belum Didapatakan Setiap Warga Negara Indonesia, Hari HAM KKR Harga Mati, Gerakan Mahasiswa Cinta Hak Asasi Manusia.
“Kami menilai Pemerintah selama ini belum serius untuk mengatasi kasus pelanggaran HAM Aceh. Sehingga mendesak Pemerintah Aceh untuk segera mengeluarkan surat keputusan (SK) atau melegalkan Panitia Seleksi Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh,”tegas Koordinator Aksi , Mahyen Nufus, kepada wartawan.

BACA JUGA :   Kenang Jasa Pahlawan, Kemenkumham Tabur Bunga Di Teluk Jakarta

Bukan hanya itu, dia juga mendesak Pemerintah Indonesia, untuk segera menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM berat di Aceh.  kepada seluruh elemen masyarakat sipil dihimbau untuk terus mengkampanyekan terhadap negara agar menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM berat masa lalu dan mengingatkan kita semua bahwa negara harus melindungi, memenuhi dan menghormati hak asasi warga negara untuk mencapai kesejahteraan diseluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA :   Kapolri: Tidak Boleh Abai dan Prokes Tetap Kuat Saat Libur Nataru

Selain itu, Mahyen Nufus, juga menyatakan, pasca MoU Helsinki dan disahkan Undang-undang Pemerintahan Aceh, Nomor 11 Tahun 2006, damai telah lahir di bumi Serambi Mekkah. Namun, sangat disayangkan damai tersebut tidak banyak memberikan perubahan bagi nasib korban. Padahal salah satu butir yang sangat esensial dari damai tentu saja memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi korban maupun keluarga korban.

BACA JUGA :   Kapolri: Tidak Boleh Abai dan Prokes Tetap Kuat Saat Libur Nataru

Sementara itu, berdasarkan data dari Koalisi NGO HAM yang melakukan investigasi terhadap ribuan kasus pelanggaran HAM di Aceh, mencapai 1.388 kasus.  Selain itu, KontraS juga merilis ada 6.837 korban ketika DOM. Lain halnya, dengan data temuan dari LBH Banda Aceh, banyak kasus pembunuhan diluar proses hukum, orang hilang, penyiksaan dan penangkapan sewenang-wenang sejak 1999-2000 mencapai 7.587 orang. (ra/net)