IKLAN YARA

Peningkatan Kapsitas Pimpinan dan Anggota DPRD Medan Rp.3,9 Miliar

oleh -95.489 views
UPDATE CORONA

Medan | mediarealitas

Kinerja DPRD Medan selama 2015 ini dinilai sangat buruk jika diukur dengan anggaran yang dikeluarkan  untuk program peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD sebesar Rp3,98 miliar. Anggaran sebesar ini dinilai sia-sia saja.

Sejak dilantik pada September 2014 hingga Desember 2015,  DPRD tidak menghasilkan produk hukum yang signifikan.

Sepanjang 2015 ini, DPRD Medan praktis  mengesahkan lima produk hukum diantaranya, Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (warisan periode 2009-2014), Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2014, Ranperda tentang PAPBD TA 2015, Ranperda tentang Pengelolaan Sampah (warisan periode 2009-2014-red), Ranperda tentang penanggukangan Kemiskinan (warisan periode 2009-2014-red).

Dari lima ini, dua produk hukum merupakan Perda yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya seperti pembahasan APBD, sementara tiga lainnya merupakan ranperda usulan Pemko Medan yang merupakam Ranperda warisan periode 2009-2014 lalu.

Menanggapi minimnya capaiam kinerja DPRD Medan ini, pengamat kebijakan anggaran Kota Medan, Elfenda Ananda, menilai setiap anggaran yang dikeluarkan khusunya untuk peningkatan kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD Medan dan Bimbingan Teknis haruslah bisa diukur manfaatnya.

BACA JUGA :   Polda Riau Gulung Praktek Judi Online, 59 Tersangka Diciduk

“Setiap anggaran yang dihasilkan harusnya bisa diukur sejauh mana manfaatnya. Persoalan ini sangat penting,” jelasnya saat dihubungi wartawan.

Mantan Ketua FITRA Sumut ini mengungkapkan, kegiatan DPRD Medan seperti Bintek dan peningkatan kapasitas Anggota DPRD Medan tidak pernah terlihat dampaknya.

“Kita merasa uang yang dikeluarkan selama imi belum bisa terukur,” jelasnya.

Diungkapkannya juga, kegiatan-kegiatan seperti peningkatan kapasitas dan bintek yang dilakukan anggota DPRD Medan tidaklah terlalu prioritas untuk dilaksanakan, bahkan sebaiknya anggaran tersebut di minimalisir saja.

“DPRD Medan ini bukan tempat untuk belajar, anggota DPRD Medan seharusnya sudah siap tempur dan tidak perlu lagi belajar kecuali ada masalah masalah tertentu,” jelasnya dan mengatakan sebaiknya Bintek atau sejenisnya dilakukan dua kali dalam setahun.

BACA JUGA :   Modus Ilegal Mining di Kaltim Harus Dibasmi

Dengan anggaran peningkatan kapasitas yang begitu besar, kemudian ditopang dengan adanya tim ahli, Elfenda Menilai kinerja DPRD Medan harusnya bisa meningkat.

“Kita mempertanyakan kinerja DPRD Medan ini, soal produk hukum misalnya, berapa ranperda inisiatif yang sudah berhasil di sahkan DPRD selama setahun, kan tidak ada,” jelasnya seraya mengatakan jika Ranperda Usulan Pemko Medan tidak pantas disebut sebagai hasil kinerja DPRD Medan.

Seperti diketahui, untuk 2015, Pemko Medan menganggarkan program peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD sebesar Rp3,98 miliar dengan kode rekening 1.20.1.2.04.15.07.

Dalam rincian anggaran tersebut tertulis untuk Ketua DPRD Medan mendapat jatah 8 kali kegiatan kunjungan ke luar daerah dengan anggaran sekali berangkat Rp.11,8 juta. Untuk Wakil Ketua masing-masing mendapat jatah 7 kali berangkat dengan anggaran sekali berangkat Rp,11,8 juta sedangkan untuk anggota DPRD Medan mendapat jatah kunjungan ke luar daerah sebanyak 5 kali dengan anggaran sekali kunjungan Rp,10.2 juta.

BACA JUGA :   Muhammadiyah & NU Bersatu Sebarkan Islam Moderat di Bumi Madura

Tidak hanya itu, empat pimpinan juga mendapat jatah kunjungan ke luar daerah untuk program perjalanan dinas luar daerah  kursus lemhanas pimpinan dengan anggaran sekali berangkat Rp.17,2 juta.

Kemudian untuk kegiatan mengikuti bimbingan teknis /workshop  Ketua DPRD sebanyak delapan kali dengan anggaran sekali berangkat Rp,4,5 juta, kemudian jatah tiga Wakil Ketua sebanyak 7 kali keberangkatan juga sebesar Rp,4,5 juta begitu juga untuk 46 anggota anggota DPRD Medan memiliki jatah 5 kali berangkat dengan anggaran masing masing Rp.4,5 juta.

Pmpinan juga mendapat jatah belanja konsultasi  mengikuti kursus Lemhanas untuk empat pimpinan  dimana anggaran untuk sekali berangkat sebesar Rp.15 juta.(LR)