IKLAN YARA

Membangun Komitmen Bersama Tanggulangi  Kemiskinan

oleh -123.489 views
UPDATE CORONA

Medan | mediarealitas

Pemko Medan menggelar Forum Publik  Penanggulangan Kemiskinan Kota Medan di Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau Medan, Rabu (12/12). Tujuan forum ini digelar untuk mendorong tranparansi program kegiatan penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan, sekaligus membangun keinginan untuk berpartisipasi bagi para stakeholder di Kota Medan, seperti akademisi, perguruan tinggi, pengusaha, pekerja sosial dan sebagainya.

                Forum publik ini berlangsung  satu hari penuh. Selain dialog, diisi dengan pameran produk masyarakat penerima manfaat, pengukuhan Tim Bussiness Development Community (BDC) Kota Medan, penyerahan bantuan serta launching jargon “Binar” (bintang bersinar) yang merupakan jargon penanggulangan kemiskinan Kota Medan.

                Penjabat Wali kota Medan, Drs H Randiman Tarigan MAP diwakili Sekda Kota Medan, Ir Syaiful Bahri Lubis yang membuka forum ini mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Bappeda Kota Medan tersebut. Dinilainya, kegiatan ini sebagai wujud komitmen semua  dalam penanggulangan kemiskinan.

                “Saya yakin, upaya Pemko Medan dan kita semua untuk menurunkan tingkat kemiskinan 1 persen per-tahun bisa terwujud apabila semua saling memberikan kontribusi kongkrit dalam penangulangan kemiskinan,” kata Sekda.

BACA JUGA :   Bupati Kuansing Andi Putra Ikut Terjaring OTT KPK

                Dijelaskan Sekda, Pemko Medan secara terencana dan teringtegrasi terus mengelola berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan bersama-sama dengan seluruh stakeholder.

                “Kemiskinan merupakan salah satu masalah dan tantangan pokok dalam pembangunan  kota yang sering bersifat multi dimensi. Kemiskinan bahkan cenderung merupakan persoalan pembangunan yang kompleks dan terkait dengan berbagai dimensi yakni sosial, ekonomi, budaya, politik serta dimensi ruang dan waktu,” kata Sekda.

                Menurut Sekda, upaya penanggulan kemiskinan akan lebih efektif jika dapat dilakukan  secara terintegrasi dan komprehensif dengan melibatkan seluruh masyarakat dan pemerintah daerah, serta dikelola secara mandiri dan berkelanjutan. Pemko Medan juga tengah mempersiapkan sistem terpadu dan komprehensif yang sesuaid engan karakteristik dan kearifan lokal dalam penanggulangan kemiskinan.

BACA JUGA :   Safari PMKS di Riau, Irjen Ajak Jajaran Untuk Mewujudkan Keagungan Kemenkumham

                Dalam pemahaman ini bilang Sekda, Pemko Medan bersama dengan DPRD Medan telah melahirkan Perda No.5/2015 tentang penanggulangan kemiskinan, dimana salah satu pasalnya mengatur bahwa APBD Kota harus mengalokasikan minimal 10 persen dari total PAD-nya unuk program-program penanggulangan kemiskinan.

                “Untuk itu, mari terus kita tingkatkan partisipasi untuk membangun kota ini. Terus maju dan berkarya, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan kota untuk kota yang semakin layak huni bagi semua masyarakat tanpa kemiskinan,” ajaknya.

                Kepala Bappeda Kota Medan, Drs Zulkarnain MSi, dalam laporannya menjelaskan, forum  ini diharapkan dapat menjadi daya dorong informasi dan integrasi dalam program penanggulangan kemiskinan Kota Medan, melalui pemberdayaan masyarakat perkotaan.

                Di samping itu juga memberikan kesempatan meningkatkan kepedulian publik  tentang keberlanjutan dan kemitraan program  penanggulangan kemiskinan di Kota Medan.  Kemudian membuka ruang informasi sekaligus indentifikasi dan  partiipasi peran Coorporate Social Responsibility (CSR), dunia usaha dan BUMN dalam melaksanakan kemitraan dalam penanggulangan kemiskinan.

BACA JUGA :   Nekat Sebar Foto Bugil Mantan Pacar, Pria Ini Ditangkap Polisi

                Forum ini bilang Zulkarnain, menampilkan sejumlah pembicara sebagai narasumber yakni dari Kementrian Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan Republik Indonesia, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan kemiskinan (TNP2K), bappeda Sumut serta narasumber lainnya yang relevan. Selain itu juga menampilkan  testimoni  2 orang masyarakat dari unsur PNPM Mandiri Perkotaan dan PKH Kota Medan.

                Forum ini diikuti 500 peserta yang berasal dari unsur perguruan tinggi, akademisi, staf ahli, dewan kota, SKPD, camat dan lurah se-Kota Medan, BKM se-Kota Medan, LSM/Mitra Kota Medan, P2KKP, PKH, BUMN/BUMND serta para pekerja sosial.

                “Kita mengharapkan kiranya forom ini dapat bermanfaat bagi kita smeua, sekaligus dapat menghasilkan komitmen bersama dalam rangka penyelenggaraan penaggulangan kemiskinanm di Kota Medan yang lebih baik,” harap Zulkarnain.(LR)