IKLAN YARA

Dinilai Tumpang Tindih, Komisi D Akan Kaji Anggaran di Dinas Pertamanan

oleh -135.489 views
UPDATE CORONA

Medan | mediarealitas

Komisi D DPRD Kota Medan merencanakan mengkaji khusus anggaran Dinas Pertamanan Kota Medan yang dinilai tumpang tindih dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim).

Rencana ini disampaikan Anggota Komisi D DPRD Medan Ilhamsyah, SH, usai melakun rapat pembahasan RAPBD 2016 di ruang Rapat Komisi D DPRD Medan, Lt III, Kamis (10/12) siang.

“Saya melihat ada yang tidak beres, ada banyak anggaran di Dinas Pertamanan yang seharusnya memang menjadi tupoksi Dinas Perkim,” ungkap Ilham.

BACA JUGA :   Muhammadiyah & NU Bersatu Sebarkan Islam Moderat di Bumi Madura

Politisj Golkar merincikan, anggaran Rp1,5 miliar yang diperuntukan untuk pembangunan jalan setapak di Taman Lili Suheri, Jalan Listrik Medan  dinilai tumpang tindih dengan anggaran Dinas Perkim untuk pembangunam Taman Lili Suheri sebesar Rp 15 miliar.

“Rp 15 miliar untuk pembangunan taman Lili Suheri seharusnya include dengan pembangunan jalan setapak di taman tersebut, kenapa harus dianggarkan lagi di Dinas Pertamanan sebesar Rp1,5 miliar,” jelasnya.

BACA JUGA :   Polda Jateng Tangkap DC-Direktur Pinjol Ilegal Yogya

Ilham meyakini ada yang tidak sinkron, mengingat masalah pembangunan jalan setapak merupakan tupoksi dari Dinas Perkim.

“Makanya kita usukan agar anggaran di dinas Pertamanan di bahas khusu,” jelasnya.

Dialihkan

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Medan, Landen Marbun, SH mengusulkan agar anggaran Rp, 1,5 miliar dialihkan ke pembangunan infrastruktur seperti jalan dan drainase.

BACA JUGA :   Jadi Korban Tindak Asusila Kapolsek Parimo, LPSK Beri Perlindungan

“Kita usulkan baiknya dialihkan ke Jalan dan drainase yang selama ini sangat rusak,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Paul Mei Simanjuntak meminta anggaran untuk pembuatan taman-taman dibeberapa kawasan juga dialihkan ke program Drainase.

“Kita minta dana miliaran ini dialihkan saja ke Program Drainase maupun jalan yang rusak,” jelasnya.(LR)