44819 KALI DIBACA

TRTB Akui Reklame Bermasalah Saat Dikelola Dinas Pertamanan

TRTB Akui Reklame Bermasalah Saat Dikelola Dinas Pertamanan
example banner

Medan | mediarealitas

Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB), Pemko Medan, Sampurno Pohan mengakui reklame bermasalah banyak berdiri saat kewenangannya masih berada di tangan Dinas Pertamanan Kota Medan.

Hal ini diungkapkan Sampurno dalam rapat lanjutan Panitia Khusus (Pansus) Reklame yang digelar ruang Rapat Badan Anggaran  DPRD Kota Medan, Kamis (12/11/2015).

“Sejak penyerahan 1 april 2014, sangat kecil yang ada sama kami (TRTB-red), lebih besar saat sebelum penyerahan (Dinas Pertamanan-red),” jelasnya Sampurno Pohan menjawab pertanyaan Anggota DPRD Medan Salman terkait rencana penertiban 91 reklame bermasalah di 14 titik di Kota Medan.

Sementara itu menanggapi adanya keluhan dari pengusaha periklanan di Kota Medan soal penolakan dinas TRTB yang akan membayar pajak reklame, Sampurno mengaku semua permohonan menyalahi aturan.

“Dapat kami jelaskan soal permasalahan tersebut, semua permohonan yang dimaksud seluruynya menyalahi Perda,” jelas Sampurno.

Soal banyaknya reklame menyalah belum ditertibkan, Sampurno Pohan mengaku permasalahan itu lebih dikarenakan kamampuan terbatas.

“Kenapa kami tidak melakukan pembongkaran karena kemampuan kami terbatas. Kemudian anggaran untuk penertiban belum tersedia, baru 2016 ada,” jelasnya.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Pansus Reklame, Landen Marbun SH, anggota DPRD Medan H. Salman Alfarisi Lc, MA meminta seluruh reklame menyalah yang ada di Medan harus dibabat habis.

“Kita tunggu janji Pemko Medam untuk melakun penertiban reklame minggu depan,” jelasnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera Kota Medan ini juga mengingatkan Dinas TRTB untuk tidak pilih kasih dengan permasalahan ini. “Jangan kalau bangunan warga saja mereka cepat kali datang dan merubuhkan, tapi giliran persoalan ini mereka terkesan diam saja,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Pajak Reklame Landen Marbun SH mengatakan sangat miris dengan capaian PAD dari Sektor Pajak dan Retribusi Reklame di tiga SKPD diantaranya di Dinas TRTB, Dispenda dan BPPT.

“Kita sangat miris dengan capaian yang ada, sampai dengan saat ini saja di Dispenda dari target Rp 29 Miliar baru terealisasi Rp. 7,7 Miliar. Kemudian BPPT dari target Rp 13 Miliar  baru terealisasi Rp 700 juta. Kemudian di dinas TRTB baru terealisasi Rp 2,29 miliar dari target yang direncanakan Rp, 30 miliar,” jelasnya.

Kekecewaan Landen sangat beralasan mengingat hasil studi banding ke Kota Surabaya, capaian PAD Pemko Medan dari sektor ini sangat memprihatinkan.(LR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS