53519 KALI DIBACA

Sekda Medan Akan Periksa Lurah Terjun

Sekda Medan Akan Periksa Lurah Terjun
example banner


Medan | mediarealitas

Sekretaris Kota Medan Syaiful Bahri Lubis berjanji akan memeriksa Lurah Terjun Azwar terkait laporan pengambilan kayu bongkaran rehabilitasi kantor Kelurahan dan statemen sang Lurah atas penolakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

“Wah kelewatan ini, saya akan meminta Bawasko Medan dan segera memeriksa Lurah Terjun. Nanti hasilnya akan kami sampaikan ke media,” ujar mantan Plh Walikota Medan ini, kemarin di ruang kerjanya.

Saat dimintai keterangannya atas sanksi yang akan diberikan pada Azwar yang telah 5 tahun menjabat Lurah Terjun, Syaiful Bahri belum bisa memberikan keterangan karena akan menelaah masalahnya.

Sementara, Asisten Pemerintah melalui Kasi Pemerintahan Zain Noval berjanji secepatnya akan menangani dugaan statemen kasar sang Lurah Terjun yang menyatakan tak memerlukan dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Saya akan tanyakan dulu ke Camat Medan Marelan selanjutnya akan kita jadwalkan pemanggilan Lurah Terjun untuk memintai keterangannya,” kata Noval yang juga mantan Camat Medan Labuhan itu.’

Diberitakan sebelumnya, akibat dugaan menilep asset Negara berupa kayu bongkaran rehab kantor kelurahan, Lurah Terjun Azwar dinilai amat rakus dan tak memikirkan masyarakat. Selain itu, statemen sang Lurah yang menyatakan tak memerlukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat diibaratkan sikap feodal tak mengerti masa reformasi yang kini bergulir.

“Amat feudal sekali Lurah Terjun menyatakan tak perlu adanya LPM, sementara lembaga ini dibentuk sesuai semangat kemitraan pemerintah dengan rakyat sebagai ajang meningkatkan keswadayaan,” tegas Ketua GM Kosgoro Kota Medan Muhammad Said SP pada Poskota, Selasa (10/11) di Medan.

Pengurus Majelis Pemuda Indonesia KNPI Medan ini menduga, rasa malu akibat sifat rakus dengan menginginkan semua milik Negara lah yang memicu Lurah Terjun enggan diawasi dan berdampingan dengan Lembaga Pemberdayaan Masyakat. “Akibat sikap rakusnya, saya duga Lurah Terjun jadi alergi adanya lembaga masyarakat yang selalu mengawasi kinerjanya,” terka Said.

M Said dengan tegas, Pj Walikota Medan segera memutasi Lurah Terjun ke tempat yang bisa membuatnya mengubah sikap misalnya ke Balai Diklat atau UPT-UPT di Dinas Kebersihan Medan. “Sebaiknya Pj Walikota Medan memutasi staff nya yang berlaku rakus dan feudal itu ke Balai Diklat atau UPT jajaran Dinas Kebersihan Medan. Mana tahu bisa berubah,” saran Said.

Sebelumnya, Pj. Walikota Medan diminta mencopot Lurah Terjun Azwar pasalnya dia diduga mengambil asset Pemerintah Kota (Pemko) Medan berupa kayu bongkaran rehabilitasi kantor Kelurahan.
Selain itu Lurah yang berwilayah di Kecamatan Medan Marelan ini menyatakan tak memerlukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam menjalankan fungsi eksekutive nya.

“Saya menemuinya untuk mengkordinasikan tentang kayu milik Pemko Medan yang berasal dari bongkaran proyek rehabilitasi kantor Kelurahan Terjun yang diketahui diambilnya, namun dia malah mengatakan tak perlu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dalam dia memerintah di Kelurahan,” kara Sekretaris LPM Terjun Hafifuddin, Selasa (03/11) di Medan.

Hafifuddin dengan tegas meminta Pj Walikota Medan Randiman Tarigan segera mencopot jabatan Azwar dari Lurah Terjun karena telah melakukan tindakan melanggar hokum dan statemen tak memerlukan LPM di kelurahan Terjun.

Dijelaskan Hafifuddin, LPM dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden No. 49 Tahun 2001 tentang Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa atau sebutan lain, Permendagri No. 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan  dan Perda Kota Medan No. 2 Tahun 2013 Tentang Lembaga Kemasyarakatan.

Menurut Hafifuddin, Lurah Terjun mengaku mengambil bongkaran kayu atas izin dari Pengawas Dinas Perkim Medan dan Lurah mengaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Lurah ngaku ngambil kayu bongkaran.

Hafifuddin menceritakan, tipikal Lurah Terjun memang telah terkenal dengan sikap anti LPM nya, pada periode kepengurusan LPM Terjun sebelumnya, sang Lurah juga tanpa koordinasi telah menghancurkan kantor LPM tanpa izin pengurus organisasi masyarakat ini. (LR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS