65719 KALI DIBACA

Pj Walikota Medan Resmikan Klinik Paru Sukaramai

Pj Walikota Medan Resmikan Klinik Paru Sukaramai
example banner

Medan | mediarealitas

            Pj Walikota Medan Drs Randiman Tarigan memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Yayasan Budha Tzu Chi atas kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat di Kota Medan, dimana hari ini Budha Tzu Chi meprakarsai dan merenovasi Klinik Paru di Puskesmas Tegal Sari I Medan Area, harapan kedepannya, kepedulian dari Budha Tzu Chi ini tidak saja di  Sukaramai Kecmatan Medan Area saja tetapi di 21 Kecamatan yang ada di Kota Medan.

            Harapan ini disampaikannya saat meresmikan Klinik Paru Sukaramai Yayasan Bhuda Tzu Chi, Rabu (11/11) di Jalan AR Hakim Gang Kantil Kelurahan Tegal Sari I Medan Area, hadir ketua Forum Kota Sdehat Balen Sianturi, Ketua Tim Yayasan Budha Tzu Chi dr Irwanto, Perkumpulan Pemberantasan TBC Indonesia dr Pantas Hasibuan serta para Kepala Puskesmas se Kota Medan.

            Dikatakannya, Yayasan Budha Tzu Chi ini bergerak di bidang sosial, kesehatan, dan pendidikan diharapkan kedepannya Budha Tzu Chi ini dapat terus meningkatkan  kepedulinnya kepada masyarakat Kota Medan, baik itu bantuan sarana maupun bantuan sukarelawan sumber daya manusianya, kepada masyarakat yang mengindap penyaklit Paru jangan malu untuk berobat.

            “ Kepada masyarakat yang terjangkit penyakit Paru ini tidak usah malu untuk berobat silahkan datang ke Puskesmas atau klinik, bila kita rutin memakan obat sesuai anjuran dokter, penyakit tersebut akan sembuh, ini kan penyakit kenapa musti malu berobat, “ ujar Randiman

            Dikatakannya, Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global, meskipun program pengendalian TB di Indonesia dengan strtegi Dots telah berhasil mencapai target pembangunan millenium (MDG’s), namun beban ganda akibat meningkatnya kasus TB Resisten obat dan epidemi HIV mempengaruhi peningkatan kasusu TB sehingga perlu adanya penguatan pengendalian TB dengan strategi Dots pada semua fasilitas kesehatan terutama di Puskesmas.

            “ Dengan adanya Klinik Paru ini diharapkan apat melayani secara prima khsusunya kepada penderita Paru, dan Klinik ini tidak saja pengobatan saja tetapi juga menjadi simpul informasi mengenai TB bagi masyarakat, sehingga kedepannya masyarakat akan lebih mengetahui segala sesuatu tentang tuberkulosis, “ harapnya.

            Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Hj Usma Polita Nasution M Kes mengatakan, kegiatan Pencegahan Pengobatan Tuberkolusis (P2TB) sudah menuju pencapaian target program, penemuan penderita TB di Kota Medan dari tahun ketahun terus meningkat, untuk pasien TB Resisten obat sampai dengan Oktober 2015 di Kota Medan ada 104 kasus, disadari masih ada kasusu TB yang luput dari jangkauan atau yang belum dapatkan laporan, untuk itu dibutuhkan kerja keras dan kerja sama semua pihak untuk menemukan dan mengobatinya secara tuntas.

            “ Untuk pengembangannya dipandang perlu peningkatan pelayanan TB di Puskesmas Sukaramai berupa renovasi gedung yang memenuhi standard pelayanan TB bekerja sama dengan Yayasan Budha Tzu Chi dan PPTI dari kesediaan SDMnya, melihat potensi Puskesmas Sukaramai untuk menjakau  dan melayani pasien khsusunya TB, “ ujar Usma Polita.

            Menurutnya, penangulangan TB tidak bisa dilakukan oleh satu Institusi saja tetapi harus melibatkan semua pihak yang saling berkaitan, berkembangnya permaslahan TB seperti TB-HIV, TB dengan diabetes melitus dan TB resisten obat sangat memerlukan koordinasi dan kerja sama antara sesama sarana kesehatan yang melayani pasien TB.(LR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS