47719 KALI DIBACA

Wartawan Unit Pemko Medan Studi Komperatif Ke Pemko Surabaya & Jawa Pos

Wartawan Unit Pemko Medan Studi Komperatif Ke Pemko Surabaya & Jawa Pos
example banner

Surabaya | mediarealitas

            Tugas  Humas itu bagaimana  membuat pemberitaan yang  positif  mengenai kepala daerah. Di samping itu pemberitaan yang disampaikan juga harus disertai dengan data-data akurat, guna mempersempit celah  munculnya pemberitaan negatif. Kemudian  membangun  sinergits yang baik dengan  seluruh media, baik cetak, elektronik maupun online.

            Demikian disampaikan Kabag Humas Pemko Surabaya, Muhammad Fikser AP MM ketika menerima rombongan studi komperatif Wartawan Unit Pemko yan dipimpin Kabag Humas Setdakot Medan, Budi Hariono SSTP MAP di Balai Kota Surabaya Jalan Taman Surya, Surabaya, Rabu (28/10).

            Didampingi Kasubabag Layanan Infomasi, Dayu Kade Asritami dan Kasubbag Bagian Dokumentasi dan Pelaporan, Sri Surjandari, Fikser mengungkapkan, dirinya bersama seluruh jajaran Bagian Humas berupaya merangkul seluruh wartawan yang bertugas meliput Wali Kota maupun SKPD di lingkungan Pemko Surabaya.

            Meski demikian Fikser mengaku tidak semua media yang dirangkulnya, sebab jumlahnya cukup banyak. Untuk itu dia melakukan seleksi berdasarkan aturan yang telah ditetapkan Dewan Pers. “Jika tidk diseleksi, jumlahnya cukup banyak. Setelah dilakukan seleksi, saat ini kita merangkul  wartawan yang berasal dari 70 media baik cetak, elektronik maupun online,” kata Fikser.

            Untuk membangun sinergitas dengan wartawan, Fikser menjelaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah trik, seperti membuat lomba foto maupun beita tematik setiap bulannya. Selain itu mengadakan media gathering dengan  memberikan kebebasan kepada watawan untuk memilih topik maupun menentukan narasumber.

            Selanjutnya papar Fikser lagi, setiap tahunnya mereka membawa para wartawan secara bergantian studi banding ke luar negeri untuk pengembangan wawasan.  Sedangkan  negara  tujuan yang telah menjalin hubungan sister city dengan Kota Surabaya.

            “Sepulang dari studi banding, mereka diharuskan membuat berita terkait dengan hubungn sister city Negara yang dituju dengan Kota Surabaya. Kita minta apa pendapat mereka, saran dan solusi sehingga hubungan sister city ke depan lebih baik lagi,” ungkapnya.

            Pria yang sebelumnya  menjabat sebagai camat ini mengaku, pihaknya tidak ada memberikan uang transport bagi wartawan yang meliput di lingkungan Pemko Surabaya. Sudah itu setiap kali ada media yang ulan tahun, dirinya bersama Wali Kota pasti datang dan tidak memandang media itu besar maupun kecil.

            Studi komperaif ini selanjutnya disi dengan Tanya jawab antara para wartawan dengan Kabag Humas Pemko Surabaya. Dalam Tanya jawab, wartawan banyak menanyakan kiat keberhasilan Pemko Surabaya dalam menata taman, papan reklame, pedagang kaki lima, perlalulintasan serta menjadikan Kota Pahlawan bersih dri sampah sehingga mendapatkan Adipura Kencana 7 kali berturut-turut.

            Sebelumnya Kabag Humas Setdakot Medan, Budi Hariono SSTP MSP didampingi Kasubbag Pengumplan dan Penyaringan Informasi Yurmal Hijrah Hasibuan SH menjelaskan, tujuan studi komperatif ini dilakukan, selain bersilaturahmi juga ingin mendapatkan masukan-masukan dari Bagian Humasy Pemko Surabaya dalam membangun sinergitas dengan para wartawan, termasuk bagaimana kiat pencitraan kepala daerah.

            Dikatakan Budi, sebelumnya, mereka juga telah membawa rombongan wartawan studi komperatif ke Pemko Bandung. Tujuan studi komperatif ini dilakukan untuk pengembangan wawasan para wartawan, sekaligus utuk mendapatkan masukan guna perbaikan Bagian Humas Setdakot Medan sehingga menjadi lebih baik lagi ke depannya.

            “Saat ini wartawan yang bertugas di Pemko Medan ada 130 orang yang berasal dari media cetak, elektronik maupun online. Dari jumlah itu 28 diantaranya berasal dari media cetak hrian, sedangkan selebihnya mingguan, elektronik (televise dan radio) serta online.  Semoga studi komperatif yang kita lakukan ini memberikan manfaat baik kepada para wartawan maupun Bagian Humas Setdakot Medan,” harap Budi.

            Selain Balai Kota Surabaya, Budi juga membawa rombongan wartawan yang berjumlah 23 orang ini studi komperatif ke Gedung Graha Pena milik Harian Jawa Pos. Di tempat itu, rombongan diterima Arif Susanto  selaku Koordinator Liputan dan Managing Editor. Selain melihat dapur redaksi Jawa Pos, rombongan wartawan juga menerima masukan berharga terkait pemberitaan, manajemen, pemasaran, independendensi media maupun rekrutmen wartawan.(LR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS