48719 KALI DIBACA

Jadikan Tahun Baru Islam Sebagai Spirit dan Inspirasi Tumbuhkan Semangat baru

Jadikan Tahun Baru Islam  Sebagai Spirit dan Inspirasi  Tumbuhkan Semangat baru

Medan | mediarealitas

                Lebih dari 15.000 warga Kota Medan memenuhi Lapangan Merdeka untuk mengikuti  acara Dzikir dan Doa menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1437 H,  Rabu (14/10). Mereka  tampak tunduk dan bersimpuh dengan khususk sambil  melantunkan kalimat-kalimat  dzikir dipimpin Al Ustadz KH Amiruddin MS.  Melalui dizkir dan doa ini diharapkan Kota Medan selalu diberkati Allah SWT, sehingga dijauhi dari segala macam musibah maupun bencana serta aman dan kondusif.

                Dzikir dan doa ini  merupakan kegiatan rutin Pemko Medan setiap tahunnya dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam. Tidak hanya dzikir dan doa, ribuan warga yang datang dari segala penjuru Kota Medan ini  juga mendapatkan  bimbingan dan tausiah dari  Al Ustadz M Subki Al Bughury S.Sos dari Jakarta.

                Selain Penjabat Wali Kota Medan Drs H Randiman MAP, dzikir dan doa ini turut dihadiri Plt Gubsu Ir H.T Erry Nuradi MSi, Sekda Provinsi Sumut Hasban Ritonga, Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Dandim 0201/BS  Kol Inf Maulana Ridwan, Ketua Pengadilan Negeri Medan Ahmad Salihin SH MH, Ketua MUI Medan Prof DR M Hatta, pimpinan SKPD Sumut dan Kota Medan, camat, lurah serta kepala lingkungan, alim ulama, tokoh masyarakat, ibu-ibu pengajian.

                Antusiasme masyarakat mengikuti dzikir dan doa ini cukup tinggi. Tenda yang disediakan untuk kapasitas 15.000 orang ternyata tidak cukup., sebab sejak pagi warga silih berganti datang mengikuti dzikir dan doa tersebut. Untuk menampung pengunjung yang sudah tidak dapat duduk di tenda, panitia pun menggelar tikar di sisi kiri dan kanan tenda.

                Dalam tausiahnya, Al Ustadz Subki mengajak seluruh yang hadir untuk menjadikan Tahun Baru Islam ini sebagai momentum untuk meninggalkan semua yang jelek-jelek di masa lalu dan selanjutnya hijrah untuk melalukan kebaikan. Dengan demikian seluruh yang hadir akan mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT.

                Pendakwah kelahiran Bogor ini selanjutnya mengingatkan untuk selalu berbuat kebaikan sekalipun terhadap orang-orang yang menjadi musuh. Kemudian selalu bergaul dengan orang-orang yang berahlak mulia serta selalu mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan lupa isi hari-hari dengan memperbanyak dzikir, sebab dzikir akan membuat hati kita menjadi lebih tenang dan tentram,” kata Subki.

                Sebelumnya Pj Wali Kota Medan Drs H Randiman Tarigan MAP berharap, pergantian tahun ini dapat menjadi spirit dan inspirasi bagi semua, guna menumbuhkan semangat baru, baik di lingkungan apratur pemerintah, para ulama, pengajar maupun mahasiswa, professional dan masyarakat untruk bekerjasama dan bergandengan tangan membangun Kota Medan kea rah yang lebih baik lagi pada masa mendatang.

                Dalam pandangan Randiman, acara ini dinilainya cukup penting, selain memperingati Tahun Baru Islam, kegiatan ini juga merupakan bagian dari komunikasi pembangunan  yang tidak boleh terputus. Melalui silaturahmi ini, Randiman berharap dapatmemperkuat tali persaudaraan diantara sesame, khususnya para ulama dan umaro.

                Di samping itu bilang Randiman lagi,  salah satu makna penting dari Tahun Baru Islam adalah hijrah yakni proses transformasi  dari kegelapan menuju peradaban yang tercerahkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, semua dituntut untuk selalu menuju kepada perbaikan diri (hijrah mental) menuju perilaku dan kondisi yang lebih baik.

                “Selain itu momen Tahun baru Islam selalu mencerminkan dimensi penghrapan ataupun ekspektasi yang relatif  banyak, karena begitu banyaknya, terkadang kita sampai salah satu mengartikan bagaimana sesungguhnya cara memakai sebuah tahun baru. Jadi maknai Tahun Baru Islam ini  dengan kegiatan yang lebih dekat kepada rasa syukur, perenungan dan permohonan melalui dzikir dan doa,” ungkapnya.

                Randiman selanjutnya mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama menjadikan Kota Medan sebagai kota yang cerdas secara intelektual, spiritual dan mental melalui kepribadian masyarakatnya yang santun, ramah dan berbudaya serta damai. Lalu menjadikan Kota Medan sebagaii kota dengan pertumbuhan ekonomi yang baik melalui peningkatan pendidika, kesehatan dan kesejahteraan masyarakatrnya.

                “Lalu mari kita bersama-sama menjadikan Kota Medan sebagai kota yang aman, nyaman, tertitib dan kondusif melalui pengingkatan keamanan di tingkat paling bawah (lingkungan) sampai tingkat kota,” ungkapnya.

                Dzikir dan doa ini dirangkaikan dengan pemberian santunan oleh Pj Wali Kota didampingi istri tercinta Hj Suryati  selaku Pj Ketua TP PKK Kota Medan  kepada 200 anak yatim. Sebelum acara dimulai, lebih dulu dilakukan khatam Al Qur’an oleh Ikatan Persatuan Qori-Qoriah (IPQOH) Kota Medan. Dzikir dan doa ini berjalan dengan khusuk, ribuan warga mengikutinya hingga berakhirnya acara.(LR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS