49519 KALI DIBACA

Dana Foging Diduga Raib di Dinkes Medan Penyakit DBD Dikuatirkan Kian Meningkat

Dana Foging Diduga Raib di Dinkes Medan Penyakit DBD Dikuatirkan Kian Meningkat

Medan I mediarealitas

Tragis, ratusan juta rupiah alokasi dana peruntukan pelaksanaan foging (pengasapan) diduga raib/mengendap di Dinas Kesehatan Kota Medan. Terbukti, sejak Desember tahun 2014 lalu hingga sekarang, dana pemberantasan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut tidak kunjung cair. Tentu saja, pelaksanaan foging terganggu dan dikuatirkan kasus DBD meningkat.   
 
Fakta tersebut merupakan temuan anggota Komisi B DPRD Medan Mulia Asri Rambe, terkait banyaknya permintaaan warga Medan untuk dilakukan foging dilingkungan mereka namun tak terealisasi. Ternyata petugas foging di Puskesmas kesulitan mendapatkan dana pendahuluan untuk foging.
 
“Ini sangat kita sayangkan, kita minta pertanggungjawaban Kadis Kesehatan Kota Medan Usma Polita. Dikemanakan dana tersebut, kasihan petugas foging di Puskesmas yang mendahulukan dana sendiri untuk biaya foging selama ini,” tegas Mulia Asri Rambe kepada wartawan, Rabu (21/10) saat meninjau Puskesmas Martubung, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan memastikan keluhan warga.
 
Dikatakan Mulia Asri Rambe yang akrap disapa Bayek ini, banyak menerima keluhan warga masalah penyakit DBD. “Pada saat itu juga warga minta supaya dilakukan foging. Ternyata petugas foging kesulitan soal biaya karena dana dari Dinkes Medan tak kunjung cair. Ini ada permainan apa di Dinkes Medan. Petugas sudah mendahulukan hampir satu tahun, sampai kapan lagi batas kesabaran mereka,” ujar Bayek.
 
Saat Bayek mempertanyakan hal itu ke petugas foging Puskesmas Martubung Suprapti, tidak bersedia menjelaskan secara rinci. Suprapti mengatakan tetap melakukan foging jika disuatu tempat terdapat kasus DBD.
 
Diakui Suprapti, sejak Desember 2014 lalu hingga saat ini terdapat sekitar 40 kasus DBD di lingkungan Puskesmas Martubung. Setiap kasus dilakukan foging dan memerlukan biaya sekitar Rp 70 ribu per kasus.
 
Saat wartawan konfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Usma Polita terkait dana foging tidak berhasil. Ketika mengubungi Ponselnya, terkesan mengaburkan percakapan alasan tidak jelas. “Halo,, halo,, gak jelas,” ujarnya, Ketika dihubungi kembali tidak mmenjawab. Begitu juga sms yang dikirim wartawan tidak dibalas.
 
Pelayanan Puskesmas Martubung Sangat Buruk      
 
Mulia Asri Rambe meninjau Puskesmas Martubung, banyak menerima keluhan masyarakat dengan buruknya pelayanan petugas disana. Seperti ada pasien BPJS Salmah Siregar yang terkesan dipersulit mendapat rujukan ke rumah sakit. Dimana Salmah terkesan dipaksa untuk berobat ke suatu rumah sakit. Diduga rujukan tersebut merupakan pesanan rumah sakit yang bersangkutan.
 
Pada saat itu juga Bayek yang merupakan politisi Golkar ini tidak menjumpai kepala Puskesmas martubung ditempat. Sedangkan laporan masyarakat Puskesmas ini selalu tutup lebih cepat, tidak mengikuti arahan Walikota yakni buka sampai pkl 18.00 wib.
 
Atas dasar itu pula, Bayek minta Pj Walikota Medan agar mengevaluasi Kepala Puskesmas dr Nur Ainun dan staf yang terbukti memberikan pelayanan buruk kepada warga miskin.
 
Bayek Saat berdialog sama petugas dokter Puskesmas Martubung
example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS