97419 KALI DIBACA

Disbudpar Medan Klaim Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kurang Diminati

Disbudpar Medan Klaim Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kurang Diminati
example banner

 

Medan | mediarealitas
Plt Kadisbudpar Kota Medan Drs Hasan Basri MM klaim bahwa penari yang tampil dalam ajang pagelaran seni budaya multi etnis Kota Medan yang telah berlangsung di Lapangan Merdeka Medan, Jumat dan Sabtu (4-5/9) professional dan memiliki sertifikat karena sering tampil di daerah masing-masing.
Bahkan, sebagian penari ada yang telah tampil dalam ajang nasional. “Jadi pagelaran seni budaya itu memang khusus menampilkan tarian etnis dari berbagai daerah di Sumatera Utara saja,” ungkap Hasan Basri yang juga Kepala Penelitian dan Pengembangan (Kalitbang) Pemko Medan di ruang kerja Pemko Medan, Senin (7/9) menjawab pertanyaan soal kegiatan akbar itu yang kurang diminati warga kota ini.
Dijelaskannya, pada acara itu memang pihak Disbudpar Kota Medan bekerjasama dengan Event Organizer (EO) tidak menampilkan dan melibatkan seniman kota Medan dan para siswa untuk membaca puisi dan deklamasi karena ada nanti pada event yang khusus.
“Pada acara yang dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis itu dan dihadiri oleh pihak Muspida diakuinya padat pengunjung yang datang menyaksikan tari-tarian apalagi ada tarian etnis India. Tetapi pada hari kedua memang pengunjung tidak sepadat acara pembukaan,” imbuhnya lagi.
Menurutnya, tujuan pagelaran ini digelar  sebagai ajang publikasi keberagaman etnis guna menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Kota Medan. Kemudian memperkenalkan seni budaya tradisi sehingga menambah cakrawala para pengunjung, terutama bagi anak-anak selaku generasi penerus bangsa.
                Mantan Kadis Pendidikan ini menjelaskan, pagelaran seni budaya  ini menampilkan 14 etnis suku yang ada di Kota Medan seperti Melayu, Karo, Tapanuli Selatan, Tapanuli tengah, Toba, Simalungun, Dairi, Nias, Jawa, Aceh, Minang India, China dan Arab. Pagelaran berlangsung selama 2 hari 4-5 September sehingga diharapkan dapat memberikan hiburan atraksi seni dan budaya kepada masyarakat.
                Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, jelas Hasan, berupa pagelarans eni budaya 14 etnis, tari kolosal multi etnis, peragaan busana dan fashion karnaval pakaian adat 14 etnis. Kemudian penampilan grup band lokal dan ibukota. Serta menampilkan stand-stand kuliner khas Kota Medan dan produk UMKM.
                Kembangkan Objek Pariwisata
Menyinggung tentang pengawasan Disbudpar Kota Medan terhadap lokasi hiburan yang kemarin digrebek oleh petugas BNN dan didapati puluhan orang yang terindikasi narkoba setelah tes uraine, Hasan Basri tidak membantahnya dan pihaknya telah mengingatkan dan memberikan surat edaran kepada pemilik hiburan dengan batas masuk umur berapa, jam tayang dan lainnya.
Disbudpar Kota Medan, tidak serta merta hanya mengawasi lokasi hiburan karena sudah ada yang berkompeten pihak Kepolisian dan BNN. Tetapi begitupun, kalau ada putusan Pengadilan bahwa pengusaha tempat hiburan bersalah dan terbukti mengedarkan narkoba kita bisa mencabut izinnya dan menutup operasionalnya.
Menurutnya, saat ini Disbudpar Kota Medan mengembangkan objek dan daya tarik pariwisata di sehingga kota Medan dipadati wisatawan lokal dan mancanegara sehingga mendatangkan devisa. Disamping itu, jelasnya lagi, kita juga membina budaya lokal dan pekerja seni di daerah ini.
Disbudpar Kota Medan, tambahnya lagi, menuju pariwisata kreatif dan melakukan promosi yang genar sehingga gaung pariwisata semakin luas. Kita juga akan menciptakan Medan kota kuliner dengan beragam masakan dan menu sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke daerah ini.
Dicontohnya, seperti minuman Coca Cola dengan istilah kerennya Dimana saja, kapan saja dan siapa saja. Telah menjadi trade mark. Demikian juga Kota Medan akan kita ciptakan menjadi kota wisata dan makanan, kata Hasan Basri.
example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS