55219 KALI DIBACA

Tak Kuasai Anggaran, Kaban Kepala Pemberdayaaan Masyarakat Kota Medan Pucat Pasi Dicecar Dewan

Tak Kuasai Anggaran, Kaban  Kepala Pemberdayaaan Masyarakat Kota Medan Pucat Pasi Dicecar Dewan
example banner
-Rapat Pembahasan P APBD Pemko Medan 2015

Medan | mediarealitas

Kepala badan (Kaban) Pemberdayaaan Masyarakat Kota Medan Drs Dammikrot gugup dan pucat pasi dicecar pertanyaan dari sejumlah anggota komisi B DPRD Medan. Pasalnya, Dammikrot tidak sanggup menjawab pertanyaan dewan terkait penggunaan anggaran sebesar Rp 8 M di SKPD nya saat rapat pembahasan P APBD Pemko Medan Tahun 2015 di ruang komisi B, Rabu (19/8).
 
Rapat yang dipimpin ketua Komisi B DPRD Medan Irsal Fikri ini sedikit tegang. Dimana anggota komisi B, Beston Sinaga menuding Dammikrot tidak menguasai anggaran. Bahkan Beston meminta agar  Dommikrot dapat menjelaskan program dan penggunaan anggaran. Dewan juga mendesak agar penambahan anggaran Rp 360 jt supaya diuraikan.
 
Beston menilai telah terjadi pemborosan dan penggunaan anggaran serta tidak efektif. Menurutnya, anggaran yang sudah dialokasikan hendaknya dipergunakan  seperlunya. “Dilaporan ini ada belanja langsung yang tidak dilakukan, boro boro mau ditambah, ini saja tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pak Kaban sendiri tak mampu memberikan penjelasan, jadi apa yang mau kita bahas”, ujar Beston.
 
Ditambahkan Beston, seharusnya Kaban menguasai penggunaan anggaran, berapa yang sudah dianggarkan dan berapa yang ditambah. Begitu juga program yang akan dilakukan serta penambahan anggaran harus jelas dan patut dipaparkan. “Program Bapak apa.? Sehingga kita dapat membahas mana yang prioritas untuk ditambah dan yang perlu didorong. Jadi apa lah yang perlu kita bahas saat ini. Program bapak sendiri saja bapak tak tahu”, cetus Politisi PKPI ini.
 
Selain itu, Beston menyayangkan program di Kepala Pemberdayaaan Masyarakat Kota Medan hanya mampu menjalankan program jalan jalan ke Berastagi. “Hendaknya menggunakan anggaran itu dilakukan menyentuh masyarakat kecil. Mengawasi anggaran adalah fungsi dewan, seharusnya kita bersinerji menjalankan program. Kami saja siap dikritik ketika menggunakan anggaran kunker ke luar kota”, terang Beston.
    
Mendapat pertanyaan Beston, Dammikrot tampak gugup dan bolak balik diskusi dan bertanya kepada stafnya Alboin Tambah yang duduk disampingnya. “Untuk sementara ini belum bisa kita jelaskan Pak”, urai Dammikrot dengan nada lesu.
 
Melihat situasai rapat serta ketidakmampuan Dammikrot menjelaskan penggunaan anggaran dan program di Kepala Pemberdayaaan Masyarakat Kota Medan , anggota komisi DPRD Medan Yusuf SAg, merasa terpancing dan melontarkan pertanyaan. “Apa konsep ini bukan ide Pak Kaban, atau copy paste dari tim anggaran Pemko Medan, sehingga Pak Kaban tak tahu memberikan penjelasan”, tanya Yusuf ke Dammikrot dengan nada tinggi. Lalu Dammikrot menjawab semua itu memang hasil akumulasi usulan dan hasil Musrenbang lalu.(LR)
 
example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS