60419 KALI DIBACA

Selain “Rakus Anggaran” Disiplin DPRD Medan Buruk

Selain “Rakus Anggaran” Disiplin DPRD Medan Buruk

Medan | mediarealitas

Sorotan tudingan terkait perilaku buruk kinerja anggota DPRD Medan, semakin lengkap. Selain doyan jalan jalan hamburkan anggaran, disiplin kinerja wakil rakyat pun kerap memberikan contoh buruk.
 
Fakta itu dapat dilihat, pada saat mengikuti rapat paripurna nota jawaban  Walikota Medan atas pemandangan umum DPRD Medan tentang perubahan APBD Pemko Medan tahun 2015, Selasa (18/8). Dimana seyogianya rapat paripurna dijadwalkan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan mulai pukul 9 Wib terpaksa molor hingga pukul 10 Wib.
 
Parahnya lagi, dalam amatan wartawan, saat rapat mulai dibuka Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung didampingi ketiga wakilnya, Iswanda Ramli, Ihwan Ritonga dan Burhanuddin Sitepu hanya dihadiri anggota dewan sebanyak 14 anggota dewan ditambah pimpinan dari 50 anggota DPRD Medan.
 
Bahkan, pada saat rapat sedang dibuka, Ketua DPRD Medan melontarkan rasa kesalnya karena rapat molor serta minimnya kehadiran dewan. “Rapat ini seyogianya dimulai pkl 9.00 Wib tapi karena minimnya kehadiran dewan terpaksa molor. Sangat kita sayangkan keterlambatan dewan, mudah mudahan ke depan semakin disiplin”, kesal Henry saat membuka rapat.
 
Masih dalam pengamatan wartawan, sekitar 15 menit rapat paripurna pembacaan nota jawaban yang disampaikan Plh Walikota Medan Syaiful Bahri, menyusul 3-4 orang anggota dewan masuk ruang sidang. Hingga pembacaaan nota jawaban hampir selesai, anggota dewan mulai bermunculan.
 
Sangat disayangkan, saat Plh Walikota Medan membacakan jawaban terhadap legislatif, karena beberapa juru bicara anggota dewan dari Fraksi DPRD Medan yang menyampaikan pemandangan umum sebelumnya tidak berada di ruang paripurna.     
 
Ketika hal tersebut  dikonfirmasi kepada Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan Robby Barus tidak bersedia memberikan tanggapan. Pertanyaan wartawan yang dikirim melalaui pesan singkat tidak ditanggapi. Sama halnya dengan Wakil ketua BKD dan anggota BKD tidak menanggapi konfirmasi wartawan.
 
Sementara itu, anggota DPRD Medan Asli Mulia Rambe (Bayek) kepada wartawan mengatakan, ketidakdisiplinan para anggota dewan tidak bisa dipungkiri karena banyak hal seperti urusan kostituen. Ia mengaku bahkan bersama anggota dewan tetap berupaya menjalankan tugas sesuai fungsinya. “Kita bersama teman teman tetap berusaha menjalankan tuhgas sesuai disiplina”, ujar Bayek panggilan akrab Rambe
Sementara itu, Pengamat Ilmu Politik, Sohibul Ansor menilai sebagai wakil rakyat seharusnya anggota dewan secara serius melaksanakan amanat rakyat dengan kinerja nyata. Minimnya tingkat kehadiran anggota dewan pada kegiatan-kegiatan penting seperti halnya Paripurna membuktikan kalau rakyat telah keliru memilih wakilnya.
“Beda halnya saat nanti Paripurna dengan agenda pengambilan keputusan atau paripurna terkait perubahan peruntukan pasti mereka lebih semangat hadir mengikuti Paripurna. Ya seperti itulah kondisinya,”ujar Sohibul.
Lebih lanjut dikatakan Sohibul terkait ketidakdisiplinan para anggota dewan tidak lepas dari lemahnya pimpinan dewan dan tidak berfungsinya Badan Kehormatan Dewan (BKD).
“Terkait pengawasan etika dan disiplin memang akan sulit terealisasi. Seperti juga BKD tidak akan pernah berfungsi kalau masih diisi oleh internal dewan itu sendiri,”pungkasnya.
example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS