57419 KALI DIBACA

Plh Wali Kota Buka Lokakarya Sosialisasi P2KP 2015

Plh Wali Kota Buka  Lokakarya Sosialisasi P2KP 2015
example banner

Medan | mediarealitas

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Medan membuka Lokakarya Sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP) Kota Medan di Karibia Boutique Hotel, Kompleks Centre Poin Jalan Timor Blok J Medan, Senin (24/8). Melalui lokakarya ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi percepatan penenganan kawasan kumuh dan membangun kolaborasi maupun kemitraan  penanganan kawasan kumuh perkotaan serta penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat.

                Sekitar 100 peserta terdiri dari Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Medan, perwakilan dinas, badan kantor dan bagian terkait, camat atau PJOK kecamatan, tokoh masyarakat, pers dan para undangan yang berlangsung selama dua hari ini. Dalam lokakarya ini para peserta akan melakukan diskusi guna mencari solusi penanganan kawasan kumuh di Kota Medan dengan melibatkan langsung masyarakat.

                Menurut Plh Wali Kota, penanganan kawasan kumuh membutuhkan  intervensi semua pihak, terkoordinasi dan berkelanjutan. Kemudian peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya harus optimal. Ditambah lagi kerelawaan sosial dalam kehidupan bermasyarakat juga menjadi sumber penting dalam penanganan kawasan kumuh tersebut.

                “Melalui lokakarya ini lakukanlah yang terbaik. Timbulkan semangat untuk menjadikan Kota Medan lebih baik ke depannya. Selain itu melatih masyarakat untuk membangun dan mengembangkan lingkungannya masing-masing seperti pembuatan parit mauapun jalan setapak. Saya yakin jika masyarakat dilibatkan langsung, hasilnya bisa lebih maksimal dan masalah kawasan kumuh perlahan-lahan dapat diatasi,” kata Plh Wali Kota.

                Dijelaskan Syaiful, P2KP sudah berjalan sejak tahun 2006, dulunya bernama PNPM Mandiri Perkotaan dan telah melahirkan berbagai pengalaman, berbagai kegiatan pada bidang lingkungan, sosial dan ekonomi yang mana hasilnya telah dirasakan masyarakat. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pelaksanaan  program ini masih jauh dari sempurna.

                Untuk itulah melalui lokakarya ini, mantan Kepala Bappeda Kota Medan ini berharap terbangunnya komitmen yang lebih tinggi bagi semua pihak dalam rangka mensukseskan program ini ke depannya. Komiten tersebut hendaknya dapat diwujudkan melalui fasilitas tahapan program yang akan berjalan.

                “Jadi saya berharap kepada peserta untuk mengikuti lokakarya ini dengan baik, termasuk berbagai agenda dan materi yang disampaikans ecara optimal sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan diharapkan. Di samping itu para peserta juga dapat memberikan kontribusi dan pemikiran yang cerdas, terutama dalam penanganan kawasan kumuh. Jangan datang dan hanya duduk[-duduk saja!” pesannya.

                Selain membua lokakarya, Plh Wali Kota juga secara menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Mandiri (BLM) kepada perwakilan Badan Keswadayaan (BKM). Dilanjutkan dengan penyerahan profil  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). Serta melaunching Website Pro Poor.

                Kadis Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Medan Ir Gunawan S Lubis  selaku ketua panitia pelaksana lokakarya ini menjelaskan, program P2KP di Kota Medan mulai tahun 2015- 2015 dengan wilayah pendampingan di 21 kecamatan meliputi 149 kelurahan dan 2 kelurahan yang menolak yaitu kelurahan Gang Buntu dan Simpang Tanjung karena tidak ada penerima manfaat program.

                Guna mendukung peningkatan kapasitas dan kesiapan masyarakat, Gunawan mengatakan PNPM Mandiri Perkotaan menitik beratkan pada proses pemberdayaan dan pembelajaran masyarakat agar mampu melakukan transformasi sosial dari masyarakat tak berdaya menjadi amsyarakat berdaya, mandiri dan kemudian transdormasi sosial dari masyarakat mandiri menjadi masyarakat madani.

                Ditambahkan Gunawanlagi, kegiatan PNPM MP Kota Medan dikenal dengan Tridaya Lingkungan, Sosial dan Ekonomi. Untuk kegiatan lingkungan seperti pembuatan paving block, rabat beton, MCK, drainase, sumur bor bronjong serta perbaikan rumah tidak layak huni. Kegiatan ekonomi seperti pinjaman bergulir di semua kelurahan, sedang kegiatan sosial berupa santunan jompo, bea siswa dan pelatihan-pelatihan ketrampilan.

                “Selanjutnya transpormasi PNPM Mandiri Perkotaan ke  P2KP, Kementrian pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat akan membantu Pemko Medan melakukan tahapan-tahapan penyusunan baseline 100-0-100 yang berisikan profil kawasan permukiman dan indikasi matriks kegiatan bagian dari proses penanganan kumuh perkotaan,” ungkap Gunawan.

                Untuk itulah Gunawan berharap agar kegiatan ini dapat dikoordinasikan dengan baik oleh seluruh pihak, terutama apratur tingkat lingkungan, kelurahan dan kecamatan maupun pihak-pihak lain. Selain itu hasil; dari data yang dibuat bisa dilaksanakan dengan baik dan target yang direncakanan dapat tercapai.

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS