IKLAN YARA

Penggerebekan Pekerja Seks Tiongkok dan Taiwan di Capital Building

oleh -150.489 views
UPDATE CORONA

Salman Alfarisi: Jangan Ada Kesan bermotif Persaingan Bisnis

Medan | mediarealitas

Penggerebekan  yang dilakukan Mabes Pori di Capital Building yang berhasil mengamankan sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Tiongkok dan Taiwan tidak boleh berhenti, agar tidak menimbulkan kecurigaan bahwa penggerebekan tersebut bermotif persaingan bisnis hitam.

“Saya berharap pemberantasan kasus ini tuntas tidak berhenti di sini (Capital Building-red), agar Polri tidak dituduh sengaja melakukan ini karena ada motif persaingan bisnis,” jelas Ketua Komisi C DPRD Medan, H.Salman Alfarisi Lc, MA kepada wartawan di Medan, Senin (17/8/2015)

BACA JUGA :   Polisi Tangkap 2 Bajing Loncat Curi Muatan Truk Kontainer di Cakung

Sebenarnya pihaknya sangat mengapresiasi Mabespolri yang turun langsung ke Medan dalam mengungkap kasus ini. Namun apabila tidak dilanjutkan penggerebekan seperti ini di tempat hiburan lain, tentu menimbulkan kecurigaan bahwa ada oknum Polri yang bermain dalam kasus ini.

“Kita sangat mengapresiasi kinerja Mabes Polri, bahkan mendukung penuh agar upaya serupa juga dilakukan di tempat hiburan lain. Tentunya kita tidak ingin masyarakat mencurigai adanya permainan persaingan bisnis ilegal dalam penggerebekan tersebut” jelasnya.

BACA JUGA :   Bupati Kuansing Andi Putra Ikut Terjaring OTT KPK

Politisi PKS kota Medan ini menilai, keberadaan pekerja seks dari Tiongkok dan Taiwan merupakan masalah serius mengingat kebaradaan mereka membuktikan adanya jaringan yang terorganisir dan serius.

“Pasti ada keterlibatan WNI, imigrasi dan oknum aparat penegak hukum sehingga mudah bagi pendatang ilegal dari Tiongkok dan Taiwan melakukan pekerjaan ilegal dan melawan hukum di Indonesia” jelasnya.

Salman menengarai, kasus seperti ini tidak hanya ada di Capital Building tetapi kemungkinan juga ada di tempat hiburan lain.

BACA JUGA :   Kali Ini KPK Lakukan OTT di Kuansing Riau

“Untuk itulah kita ingin pihak kepolisian tidak melakukan penindakan ini hanya di satu lokasi saja. Jika dilihat, kemungkinan besar Para pekerja seks dari luar negeri ini berada di lokasi-lokasi hiburan lainnya. Kita juga mendesak Pemerintah memperketat sistem keimigrasian sehingga bisnis ilegal ini bisa ditindak secara tuntas” jelas Salman.(LR)