55519 KALI DIBACA

Pembahasan PAPBD di Komisi C DPRD Medan Alot Pimpinan Rapat Ditegur Jangan Jadi Corong Pemko

Pembahasan PAPBD di Komisi C DPRD Medan Alot Pimpinan Rapat Ditegur Jangan Jadi Corong Pemko
example banner

Medan | mediarealitas

Suasana rapat pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) Pemko Medan Tahun 2015 oleh anggota komisi C DPRD Medan bersama Dinas Pendapatan Kota Medan berlangsung serius dan alot di ruang komisi gedung dewan, Kamis (20/8). Masing masing anggota dewan saling menyampaikan kritik terkait upaya peningkatan Pendapataan Asli Daerah (PAD) dari sejumlah pajak dan retribusi.
 
Saat rapat berlangsung serius, tiba tiba sedikit berubah tegang. Pasalnya, pimpinan rapat Drs Godfried Effendi Lubis spontan mendapat teguran dari salah satu anggota dewan Robby Barus. “Bapak jadi corong Pemko ya, (maksudnya, menjadi juru bicara Dispenda)”, sental Roby dengan nada keras dan wajah merah. Tentu saja rapat seketika menjadi hening dan selanjutnya para peserta rapat tertawa kecil.
 
Dapat dimaklumi rasa kesal Roby Barus terhadap Godfried Lubis, sebagaimana diketahui, sejak rapat dimulai dan sesi tanya jawab dilakukan. Peran Godfried Lubis selaku pimpinan rapat tampak memihak terhadap utusan Pemko Medan yang dihadiri Kadis Pendapatan Kota Medan Muhammad Husni didampingi stafnya Nawawi serta Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pemko Medan didampingi stafnya Syahrial.       
 
Sesuai amatan wartawan, beberapa saran dan pertanyaan yang dilontarkan beberapa anggota dewan seperti Robby Barus, Deni Maulana Lubis, Zulkifli Lubis, Hendra DS, Kuat Surbakti, Salman Alfarisi dan Boydo Panjaitan kerap “dipatahkan” pimpinan rapat Godfried Lubis. Bahkan pertanyaan anggota dewan yang dilontarkan kepada Husni, Godfried lah yang menjawab dan menjelaskannya. Tentu saja anggota dewan yang melontarkan pertanyaan kesal dan berang kepada Godfried.
 
Sehingga rapat tidak berjalan kondusif dan maksimal. Pada hal anggota dewan meminta penjelasan dari Dinas Pendapatan tentang kendala peningkatan PAD serta mendorong dan upaya yang harus dilakukan. Anggota dewan tampak antusias bagaimana memaksimalkan PAD demi kepentingan pembangunan di kota Medan.
 
Seperti halnya yang disampaikan Hendra DS, demi meningkatkan pajak restoran kiranya Dinas Pendapatan dapat memaksimalkan perolehan pajak dari pedagang makanan dan minuman di pinggir jalan. Sama halnya dengan system perolehan pajak hotel kiranya dilakukan system online untuk meminimalisir penyimpangan pajak.
 
Sorotan tajam juga disampaikan Salman Alfarisi terkait pajak parkir, kiranya Dispenda benar benar melakukan penerimaan setoran pajak. Jika pelataran parkir belum memiliki izin kiranya penerimaan pajaknya ditinjau kembali.(Lr)
example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS