67519 KALI DIBACA

Disbudpar Lemah Awasi Tempat Hiburan Malam

Disbudpar Lemah Awasi Tempat Hiburan Malam
example banner


Medan | mediarealitas

Maraknya Tempat-tempat hiburan malam yang menyediakan wanita-wanita penghibur serta narkoba di Kota Medan. Dinilai adanya kesan pembiaran dan pengawasan ecek-ecek yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan.

“Kita menilai ada kesan pembiaran dan pengawasan ecek-ecek yang dilakukan pihak Disbudpar kota Medan. Karena, bila ada laporan dari masyarakat terkait tempat-tempat hiburan malam yang buka sebelum dan tutup melebihi jam yang ditetapkan, tidak ada mendapat respon dan tanggapan secara nyata dari dinas terkait.” terang anggota komisi C DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rajudin Sagala SpdI. S.Kom, Rabu (12/8) di Gedung Dewan.

Menurutnya, seperti sama-sama kita ketahui, Medan merupakan salah satu kota Relegi jangan dicederai dengan nuansa-nuansa berbau maksiat. Sehingga, ketika para wisatawan-wisatawan yang berkunjung ke kota ini akan terperangah. Sebab, tidak sesuai dengan ikon sebagai kota relegi.

“Kita sangat menyayangkan, sekarang ini malah tempat-tempat hiburan malam bagaikan jamur tumbuh di musim hujan, tumbuh subur. Bagaimana tidak, karena tidak adanya tindakan tegas dan sanksi terhadap tempat hiburan malam yang lama¬† oleh dinas Disbudpar. Makanya, para pengusaha-pengusaha yang memiliki modal besar, berlomba-lomba membuat tempat hiburan malam yang menyediakan wanita-wanita penghibur.”tegas Rijudin

Lanjutnya, Pemerintah Kota Medan jangan karena ingin mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tapi, tidak memikirkan,memandang peraturan yang berlaku. Seharusnya, ketika ingin mengeluarkan izin lebih selektif lagi. Malah sering kita mendengarnya masih banyak juga tempat-tempat hiburan malam belum ada izinnya.

“Pemko Medan harus tegas dan selektif dalam mengeluarkan izin kepada pengusaha-pengusaha yang ingin mendirikan tempat hiburan malam. Sehingga, ketika sesorang ingin mendirikan tempat hiburan malam akan berpikir dua kali.”jelasnya

Ketika disinggung soal kebalnya para pengusaha dikarenakan adanya oknum-oknum petinggi tertentu yang melakukan Backing. Anggota dewan yang dikenal tegas ini sangat menyayangkan bila ada oknum-oknum petinggi yang melakukan tersebut.

“Pemko Medan sudah saatnya benar-benar memfungsikan peran Satpol PP selaku pengawal Peraturan Daerah (Perda), jangan malah melemahkan fungsinya, kita lihat seperti itu. Satpol PP hanya difungsikan sebagai penertiban pedagang Kaki Lima (PK-5).”paparnya (LR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS