56419 KALI DIBACA

Banggar DPRD Medan ‘Kebiri’ Dinas Pertamanan

Banggar DPRD Medan ‘Kebiri’ Dinas Pertamanan
example banner

 

Medan |mediarealitas

Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Derah (DPRD) Kota Medan mengkebiri Dinas Pertamanan dengan menolak penambahan anggaran di di Dinas tersebut sebesar Rp 10 miliar yang diajukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Medan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS).

Penolakan ini menjadi rekomendasi Banggar DPRD Medan dalam rapat finalisasi pembahasan KUA PPAS Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2015  yang dilaksanakan dengan TAPD Pemko Medan di ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Medan, Jumat (10/7) kemarin.

Seperti diketahui, TAPD mengajukan perubahan anggaran Dinas Pertamanan sebesar Rp 10 miliar dari anggaran sebelumnya Rp.108.710.206.000 berubah menjadi Rp.118.710.206.000.
Ketua Bappeda Kota Medan Zulkarnain Lubis yang juga TAPD Pemko Medan mengatakan penambahan anggaran Rp10 miliar di Dinas Pertamanan diperuntukan bagi pembangunan taman-taman di Kota Medan.

“Salah satunya adalah untuk pembangunan taman-taman baik itu yang tematik dan taman taman di pulau jalan, kemudian untuk lampu jalan dan lainnya” jelasnya.

Terkait penjelasan TAPD ini, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung menilai anggaran Rp 10 miliar tersebut akan tidak bermanfaat jika diperuntukan bagi taman.

“Kita melihat taman-taman banyak yang tidak bermanfaat, lebih baik dialihkan ke parit karena sangat memprihatinkan, kemudian jalan setapak,” jelasnya dalam rapat tersebut.

Henry juga menilai anggaran harusnya diprioritaskan kepada Dinas-Dinas  yang memiliki kemampuan yang baik dan produktif. “Jadi kita sangat mendukung agar anggaran bisa benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara itu,  Anggota Banggar lainnya Boydo HK Panjaitan menilai selama ini dinas Pertamanan tidak produktif hal ini dibuktikan dengan banyak Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang mati.

“Jadi kita menilai Dinas Pertamanan tidak produktif, salah satunya kita menilai banyaknya LPJU yang tidak hidup dan terkesan dibiarkan,” jelasnya.

Boydo menilai, masih banyak dinas yang memerlukan alokasi dana yang lebih semisal Bina Marga. “Banyak dinas yang lain yang perlu mendapat alokasi dana lebih seperti Bina Marga,” jelasnya.

Begitu juga tanggapan yang disampaikan Anggota Banggar H. Sabar Syamsurya Sitepu S.Ikom yang menilai banyak tanaman dan taman yang tidak sesuai dan terkesan menghamburkan uang. “Kita melihat  banyak tanaman dan taman tidak sesuai dan terkesan menghamburkan uang. Dan Rp.10 miliar perlu digeser,” jelasnya.(LR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS