57619 KALI DIBACA

Keberadaan Gino Futsal Jl Pelita I Resahkan Warga

Keberadaan Gino Futsal Jl Pelita I Resahkan Warga
Medan | mediarealitas
DPRD Medan minta operasional lorong Gino Futsal di Jl Pelita I Lingk 7 Kelurahan Sidorame Barat I, Kec Medan Perjuangan supaya dikaji ulang. Sebab, keberadaan Futsal dimaksud disoal warga karena meresahkan dan mengganggu kenyamanan akibat beroperasi saat waktu sholat bahkan hingga larut malam.
 
“Keberadaan futsal harus ditinjau ulang. Keluhan warga terkait kebisingan dan keributan aktifitas pemain dilapangan futsal harus disahuti. Kita berharap jangan sampai meresahkan warga,” tegas anggota DPRD Medan Maruli Tua Tarigan saat rapat dengar pendapat (RDP) di ruang komisi D DPRD Medan, Senin (15/6). RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi D Ahmad Arif didampingi anggota Ilhamsyah, Sahat Simbolon dan Daniel Pinem.  Turut hadir, Lurah setempat M Iqbal, mewakili Camat, Kepling dan puluhan warga.
 
Sama halnya dengan anggota dewan lainnya Ilhamsyah mengatakan, Komisi D DPRD Medan supaya mengeluarkan rekomendasi penghentian operasional lapangan futsal. “Hentikan saja operasionalnya jika terbukti mengganggu kenyamanan  warga sekitar,” ujar Ilhamsyah.
 
Ilhamsyah juga menyarankan kepada warga supaya membuat surat keberatan kepada pemilik Futsal dan pengaduan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, Lurah dan Kecamatan. Melalui pengaduan itu nantinya diharapkan operasional lapangan futsal dapat dihentikan.
 
Sementara itu Ketua Komisi D Ahmad Arif minta Pemko Medan melalui aparatnya supaya proaktif menindaklanjuti keluhan masyarakat. Pihak Pemko harus segera mengambil solusi. “Dinas TRTB harus aktif mengawasi perkembangan dilapangan untuk mengindari konflik berkepanjangan,” sambung Daniel.
 
Kepala Dinas TRTB Kota Medan yang diwakili Kabid Pengendalian dan Pengawasan, Indra mengaku jika lapangan futsal  tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Dan sebelumnya sudah pernah mengeluarkan merah untuk penghentian mendirikan bangunan.
 
Sebelumnya, warga sekitar lapangan futsal yang diwakili P Simbolon dan Ratna Siahaan memaparkan. Keberadaan lapangan futsal sangat meresahkan kenyamanan warga. Selain suara bising dari pemain futsal juga aktifitas dilapangan mulai pagi hingga tengah malam sangat menggangu. Selain itu, operasional disaat waktu sholat dan ibadah lainnya. Ditambahkan, warga sekitar sudah memprotes keberadaan lapangan futsal sejak tahun 2009 namun hingga kini belum ada tindakan.
example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS