56319 KALI DIBACA

Pemilik Lahan Di Jalan Asrama Minta TRTB Bersikap Tegas

Pemilik Lahan Di Jalan Asrama Minta TRTB Bersikap Tegas
example banner

Medan | mediarealitas

Pemilik lahan di Jalan Asrama, Kelurhan Dwikora, Ikrama Anwar kecewa dengan sikap Pemko Medan, tepatnya Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan. Pasalnya, instansi tersebut tidak juga menindak atau menghentikan pembangunan jalan dan jembatan yang dilakukan salah satu properti di atas lahannya.

Menurut Melki Purba selaku juru bicara Ikrama Anwar, kegiatan tersebut harus dihentikan. Mengingat, pembangunan tersebut di atas lahannya. Selain itu, persoalan dugaan penyerobotan lahan sedang ditangani Polresta Medan dan di PTUN. Bahkan, Kapolresta Medan Nico Afinta telah menyurati Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Up Kadis TRTB Kota Medan untuk menghentikan kegiatan atau aktivitas pembangunan di lahan tersebut untuk kepentingan penyidikan. Hal ini tertuang dalam surat Kapolresta bernomor B/3253/IV/2015 tertanggal 21 April 2015. “Kami meminta penegasan Pemko Medan melalui Dinas TRTB Kota Medan terkait surat Kapolresta tersebut. Kami minta surat itu disikapi serius,” ungkap Melki Purba kepada wartawan, Selasa (05/04).

Melki menambahkan, sampai saat ini tidak ada tindakan tegas yang dilakukan Dinas TRTB Kota Medan. Bahkan, beberapa kali komunikasi yang dibangun dengan Kadis TRTB Kota Medan Samporno Pohan tidak juga membuahkan hasil. Parahnya lagi, pemilik lahan tidak bisa masuk ke lahannya sendiri karena sudah ditembok dan dipagar oleh pihak pengembang. “Komunikasi sudah dilakukan, tapi tidak juga ada tindakan. Padahal itu lahan bukan milik pengembang. Lahan Pak Ikram dijadikan akses masuk ke perumahan mereka. Sekarang Pak Ikram tidak bisa masuk ke dalam tanahnya sendiri,” tegasnya. Pihaknya sudah melakukan pemagaran, tapi tidak bertahan lama karena dibongkar. Pihaknya tidak mungkin terus menjaga agar tidak dirusak. Sekarang, malah mereka yang tidak masuk ke dalam lahan. “Makanya kami minta proses pembangunan harus dihentikan sampai proses hukum selesai. Kami memiliki sertifikat lahan tersebut. Tapi, 953 meter terpakai. Kami tidak persoalkan pembangunan perumahannya, tapi yang kami sesalkan akses masuk ke perumahan tersebut memakai lahan kami,” pungkasnya. (LR)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS