64419 KALI DIBACA

Kekuatan Fashion Asia, Dandanan A – Lister Hollywood di Met Gala

Kekuatan Fashion Asia, Dandanan A – Lister Hollywood di Met Gala
example banner

video-undefined-28538F3400000578-10_636x358NEW YORK – Perhatian dunia langsung tertuju pada perhelatan Metropolitan Museum of Art Costume Institute Gala 2015 di Manhattan Senin lalu (4/5). Pada ajang yang digelar setiap tahun itu, para selebriti A-list Hollywood datang dengan kostum terbaik. Tema yang diangkat tahun ini pun cukup unik, China: Through the Looking Glass.

Tema yang cukup menantang tersebut tampaknya disambut antusias oleh para selebriti. Hal itu terbukti dari betapa hebohnya dandanan mereka di karpet merah. Rihanna misalnya. Penyanyi R n B itu tampil maksimal dengan mengusung gaun kuning megah beraksen bunga lengkap dengan bulu-bulu seperti pakaian kebanyakan perempuan di utara Tiongkok. Gaun rancangan desainer Guo Pei itu mampu mencuri perhatian karena ukuran dan warnanya yang mencolok.

Yang tak kalah menghebohkan adalah dandanan ala permaisuri yang ditampilkan Sarah Jessica Parker. Bintang Sex and the City itu mencengangkan dengan hiasan kepala berwarna merah menyala bagai jilatan api. Gaya Parker tersebut diperkuat dengan tambahan bunga persik yang menjadi ciri khas Tiongkok di seluruh bagian gaun. “Kami mendesainnya sejak Oktober,” ujar Parker. Sementara itu, Beyonce, Kim Kardashian, dan Jennifer Lopez juga berhasil mencuri perhatian dengan gaun semitransparan yang mereka kenakan.

Tema Tiongkok sengaja dipilih untuk mengisyaratkan betapa kuat gaya fashion Asia yang kini telah merajai dunia. Pada berbagai momen penting, tak sulit menemukan selebriti dunia yang berdandan ala Asia. Dari tahun ke tahun, Met Gala menjadi momen yang paling ditunggu dalam ajang fashion. Anne Hathaway, yang datang dalam balutan gaun warna emas ber-hoodie ala Putri Leia, mengaku selalu menanti Met Gala tiap tahun. “Ini sangat menyenangkan. Mereka memberimu makan dan hanya dua orang yang perlu memberikan sambutan,” ujar Hathaway.

Ratu pop Madonna juga mengaku tak pernah melewatkan ajang tersebut. “Ini seperti film Fellini (Federico Fellini, mendiang sutradara asal Italia, Red). Yang terbaik dan terburuk semua ada di sini,” ujarnya. (NY Times/rim/c11/jan)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS