72419 KALI DIBACA

Yunan Nasution : Kejaksaan Negeri Idi Aceh Timur Jangan Pelihara Markus, Segera Tetapkan Tersangka Kasus Kedelai

Yunan Nasution :  Kejaksaan Negeri Idi Aceh Timur Jangan Pelihara Markus, Segera Tetapkan Tersangka Kasus Kedelai
Yunan Nasution Kabid Hukum KPPHI

Idi Aceh Timur I Media Realitas-Komite Pemantau Program Hutan Indonesia (KPPHI) Aceh Timur mendesak Kejari Idi Kabupaten Aceh Timur provinsi Aceh, untuk dapat mempercepat proses penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap kasus kelompok tani fiktif dan dugaan memperkaya diri sendiri dan orang lain melalui pengadaan barang dan jasa berupa benih kedelai, kapur, legin, dan pestisida yang dilakukan oleh pejabat Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur.

 

 

Hal tersebut disampaikan Kabid Hukum KPPHI, Yunan Nasution sebagai pihak pelapor kepada Media ini , Senin (21/08) di banda aceh.

 

 

Menurut Yunan Terkait laporan Lembaga Komite Pemantau Program Hutan Indonesia (KPPHI) Aceh Timur pada bulan agustus 2016 lalu, kata nya kita laporkan mengenai kelompok fiktif dan dugaan memperkaya diri sendiri dan orang lain melalui pengadaan barang dan jasa berupa benih kedelai, kapur, legin, dan pestisida yang dilakukan oleh pejabat dinas pertanian dan hortikultura Aceh Timur.

 

 

“Seharusnya bibit kedelai dan perlengkapan lain dibeli oleh kelompok tani sendiri namun fakta di lapangan pihak dinas yang mengelola dana sebesar Rp.14.432.000.000 tersebut,” ujarnya.

 

 

Meski sudah memasuki tahap penyidikan namun sampai saat ini pihak kejaksaan negeri idi belum menetapkan tersangka nya, kami berharap pihak kejaksaan negeri idi jangan pelihara markus (makelar kasus) yang mengaku sebagai adik sepupu kepala kejaksaan negeri idi yang sering melakukan upaya-upaya meminta sejumlah uang dengan janji di permudah urusan pemeriksaan dan tuntutan oleh kejaksaan

 

 

Jadi kami berasumsi tidak menutup kemungkinan kasus kedelai ini juga mengalami hal yang sama hingga kasus ini terkesan berjalan lamban.

Kasus ini terus kita kawal dan kalau kasus ini terhentinya ditingkat kejaksaan kita akan laporkan ke pihak penegak hukum di Jakarta dan kita minta Media Realitas untuk mengawal kasus ini sampai dengan proses hukum lebih lanjut,”ujar Yunan.

Kejari Aceh Timur M.Ali Akbar SH,MH

 

Sementara itu sebelumnya Kejari Aceh Timur M Ali Akbar SH MH kepada sejumlah wartawan (21/7)

Jelang HUT Adiyaksa ke 57 tahun 2017, Kejaksaan Negeri Idi Aceh timur mengatakan,  Pihaknya terus melakukan penyelidikan kasus ini.

 

M Ali akbar menyebut kan , selain kasus pembangunan Kantor BPN Aceh Timur, pada periode Januari 2017 hingga 21 Juli 2017,  seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Idi, Aceh Timur, juga melakukan penyidikan terhadap kasus fiktif 10 Kelompok Tani (POKTAN) penyaluran bantuan sosial Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Pola Non Kawasan Kedelai Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Aceh Timur.

 

Penyidikan kasus bantuan sosial tersebut dimulai pada 14 Juni 2017, perkara ini masih dalam tahapan  pengumpulan bahan bukti guna penetapan tersangka. “Pada 22 Juni 2017, kita telah meminta BRI untuk memblokir rekning kelompok tani dengan total saldo mencapai Rp. 450 juta, uang tersebut akan disita setelah mendapat izin penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Idi,” ujar M Ali Akbar.(red)

Subscribe

MEDIA REALITAS