97719 KALI DIBACA

YARA Perwakilan Sabang Kritisi Proyek Pelabuhan Balohan

YARA Perwakilan Sabang Kritisi Proyek Pelabuhan Balohan
Teuku Indra, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Sabang

Sabang I Realitas – timbunan Tanah Proyek Pelabuhan Balohan diduga tidak sesuai standart spesifikasi serta melakukan Ilegal Mining terhadap pengerukkan tanah.

Menurut Ketua YARA Perwakilan Sabang Teuku Indra, penimbunan pelabuhan sabang sangat tidak memenuhi standart, harus dibongkar ulang agar tidak terjadi hal yang membahayakan dan  melanggar aturan secara hukum.

“Segera hentikan dan bongkar ulang timbunan karena tidak memenuhi standart timbunan,” kata Teuku Indra, Sabtu (06/10/2018).

Lanjut Teuku Indra, kita bisa bayangkan, menimbun sampah dan pepohonan dengan tanah, di dalam lumpur tanpa di keruk terlebih dahulu, dikhawatirkan, terjadinya penurunan tanah akibat menyusutnya lumpur dan membusuknya pohon, sehingga bangunan diatasnya tidak stabil dan bisa saja ambruk.

Selain itu, ia juga mengkritisi dugaan modus pengambilan material tanah timbun yang melanggar aturan hukum (ilegal mining) yang bekerjasama dengan keuchik dan beberapa masyarakat untuk membuat kuburan umum dan pasantren.

“Pemanfaatan tanah tersebut untuk penimbunan proyek Pelabuhan Balohan, jelas proyek ini tidak mempunyai izin galian C,” tegas Indra.

Teuku Indra berharap kepada pihak Kepolisian Sabang,  Konsultan Supervisi Proyek, dan Pejabat Pembuat Komitmen Proyek, untuk segera menghentikan kegiatan Ilegal Mining tersebut dan menindak pelaku pelanggaran, agar menjadi contoh bagi oknum yang tidak patuh terhadap hukum, juga menjadi efek jera bagi pelaku ilegal mining.

“Kami mendukung pembangunan dikota Sabang ini, akan tetapi harus sesuai aturan hukum yang berlaku agar pembangunan bisa berjalan dengan baik sesuai prosedur,” ujar Teuku Indra.

Mengenai permintaaan masyarakat untuk membuat pasantren dan kuburan umum silahkan dilanjutkan, asalkan material pembuangan tanahnya tidak diperuntukkan untuk timbunan proyek pelabuhan Balohan, agar tidak terkesan adanya modus dalam proyek itu.

“Masyarakat harus waspada agar jangan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan bisnisnya, sehingga masyarakat bisa bijaksana dalam masalah ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak baik untuk masyarakat dan daerah,” harap Teuku Indra.

Dari hasil investigasi Mediarealitas di lokasi proyek pelabuhan balohan sabang, pekerjaan penimbunan diduga dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai aturan hukum yang berlaku.

Teuku Indra telah menyurati PT.Cemerlang Samudra Kontrindo agar melaksanakan kegiatan proyek pelabuhan balohan sabang ini, dengan aturan hukum yang berlaku dan menghentikan kegiatan Ilegal Mining dalam memperoleh tanah timbunan.

Selain itu, Mediarealitas juga telah menghubungi walikota sabang dan kapolres sabang melalui sms terkait tindakkan apa yang akan dilakukan terhadap dugaan pelanggaran ilegal mining oleh perusahaan tersebut, akan tetapi sampai berita ini diturunkan belum mendapatkan jawaban.(popon/Feri)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS