104419 KALI DIBACA

YARA Desak Plt Gubernur Copot Direktur RSUDZA Diduga Telantarkan Calon Pasien

YARA Desak Plt Gubernur Copot Direktur RSUDZA Diduga Telantarkan Calon Pasien

Banda Aceh | Realitas – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh segera mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Dokter Zainoel Abidin (RSUDZA). Kepada media KABARACEHRAYA.COM pada Senin (10/12/2018) ia menjelaskan alasannya.

“Desakan ini bukan tidak beralasan, kebetulan Paralegal YARA, Senin (10/12/2018) sekitar pukul 1.30 WIB dini hari di bawa berobat melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) mendapatkan pelayanan yang buruk dan tidak sesuai seperti slogan slogan yang terpasang di beberapa dinding bangunan RSUDZA,” ungkap Fakhrurrazi.

Lanjut sekjen YARA, dirinya melihat sendiri kondisi buruknya pelayanan RSUDZA.

“Saya melihat sendiri bagaimana pelayanan yang diberikan walaupun saat pertama masuk sudah meminta tolong kepada para dokter di IGD ada pasien tidak mendapat respon, bahkan saat meminta bantuan kepada petugas pengamanan di IGD agar si pasien mendapatkan penanganan dari dokter itu pun tidak terwujud,” jelasnya.

“Sampai lebih kurang hampir setengah jam pasien terjatuh dari kursi roda ke lantai itu pun hanya menjadi tontonan dari sekian banyak dokter di IGD, setelah saya berdebat dan bersuara keras baru ada pelayanan yang diberikan untuk pasien,” sambungya.

“Sungguh miris bila melihat pelayanan buruk Rumah Sakit itu, padahal sebelumnya Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) sukses meraih prestasi tertinggi untuk pelayanan kesehatan di level nasional, yaitu predikat ‘Best of The Best’ atau terbaik dari yang terbaik untuk kategori RSUD Tahun 2018 dimana sebelumnya juga telah meraih Akreditasi Paripurna lima bintang, yang diberikan oleh SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit),” sesalnya.

Ia pun mempertanyakan cara RSUDZA meraih prestasi tertinggi tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan kinerja yanh ada.

“Jika seperti ini layanan yang diberikan untuk apa penghargaan setinggi langit, dan pemberian penghargaan sebesar itu patut dipertanyakan bagaimana cara mendapatkannya,” ujarnya.

“Dari beberapa temuan kami masih ada masalah terutama terkait pelayanan yang diberikan RSUDZA terhadap masyarakat Aceh terkesan tidak sepenuh hati dan masih jauh dari standar pelayanan yang baik,” tegasnya.

“Untuk apa penghargaan jika hak hak pasien diabaikan, rumah sakit ini pelayanannya menyangkut nyawa orang bukan pelayanan mengurus KTP,” demikian tutup Sekjen YARA penuh kecewa. (red)

Subscribe

MEDIA REALITAS