69219 KALI DIBACA

YARA Dampingi Korban Salah Tangkap Polsek Jambo Aye, Laporkan Ke Propam Polda Aceh

YARA Dampingi Korban Salah Tangkap Polsek Jambo Aye, Laporkan Ke Propam Polda Aceh

example banner

Banda Aceh I Media Realitas –  Fauziah (45 Tahun) warga Jalan Rel Kereta Api Dusun II Lampoh Ue, Desa Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, yang diduga menjadi korban salah tangkap dan melakukan rekayasa Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) oleh oknum Polsek Jambo Aye, Jajaran Polres Aceh Utara, Rabu (20/12), menghadap penyidik Bidang Profesi Polisi Daerah (Polda) Aceh terkait dengan laporannya ke bagian Propam pada tanggal 23 Oktober 2017, lalu.

Pihaknya menanyakan tentang Laporan Polisi dengan No Surat Tanda Lapor Penerimaan STPL/79/X/2017/Yanduan.

Korban melaporkan AKBP. Muktar mantan Kapolsek Tanah Jambo Aye bersama Wadi salah seorang personil Intel, Polsek setempat  pada saat dilaporkaN sedang menjabat Kasat Resnarkoba, ujar Zubir SH Yara yang mendampingi Fauziah kepada Wartawan Rabu (20/12) di Banda Aceh.

Menurut Zubir SH  Pelaku dilaporkan melanggar Pasal 4 huruf (f) pasal 6 huruf (q) PP RI No tahun 2003, tentang peraturan disiplin anggota polri dan tidak menjalankan tugas secara profesional dan prosudural.

Sesuai dengan bukti lapor, mantan Kapolsek itu juga diduga telah melanggar Pasal 7 ayat (1) huruf (c) Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi.

Menurut kuasa Hukum Zubir SH ,Fauziah di tangkap sekira pukul 01:30 Wib pada 27 Agustus 2012, karena di tuduh menjadi otak pelaku perampokan 28 Mayam Mas milik Netty (38 tahun) warga Keude Panton Labu.

Selama hampir lima tahun korban mencari keadilan, hingga berujung ke Propam Polda Aceh. “Fauziah didampingi kuasa hukumnya M. Zubir SH, dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Kuasa Hukum korban Zubir lebih lanjut menyebutkan Klaen nya terpaksa mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, lebih dari 7 bulan akibat tidak profesionalnya penyidik Polri yang bertugas di Polsek Tanah Jambo Aye saat itu.

Lebih lanjut mengatakan, keluarganya hancur dan menanggung malu akibat di di tuduh sebagai perampok atas perbuatan yang tidak pernah ia lakukan sama sekali.

Namun kata dia lagi, Majelis Hakim Pengadilan Lhoksukon telah memberikan keadilan padanya dengan putusan bebas dengan No 282/PID.B/2012, hingga putusan Mahkamah Agung (MA) Pid/1378 K/Pid/2013.

Menurut Zubir yang di dampingi Fauziah lagi, pada saat di tangkap dan pemeriksaan dirinya tidak pernah di berikan kesempatan untuk membela di terhadap tuduhan yang tidak pernah ia lakukan.

Masih kata Fauziah lagi, banyak wartawan dari beberapa media  terus memojokkan dirinya dengan pemberitaan pemberitaan yang sudah di seting, yang seolah olah dirinyalah yang melakukan perampokan tersebut ujarnya.

Masih kata Fauziah, untuk melakukan penekanan terhadapnya, pada Kamis  15 November 2012 sekira pukul 16:30 Wib, pelaku Neti yang di sebut sebut jadi korban perampokan 20 mayam emas, melakukan pengeroyokan terhadap putrinya bernama Mutia. Sedangkan bukti lapor LP/213/XI/2012/Res Acut / Spkt tanggal 22 November 2012, tidak pernah di tindak lanjut oleh Polsek Jambo Aye, “pertama anak saya melapor ke Polsek Tanah Jambo Aye tidak mendapatkan pelayanan, kemudian melapor ke Polres Aceh Utara, kasusnya kembali dilimpahkan ke Polsek, tapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjut, “jelas Fauziah.

Sementara Zubir, SH berharap agar kasus ini bisa di proses secara profesional oleh Bidang Profesi Polda Aceh, agar kasus seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari dan aparat kepolisian lebih teliti dan profesional dalam menjalankan, dan kasus ini terus kita pantau sampai tuntas, ujar Zubir.(NZ)

Subscribe

MEDIA REALITAS