40219 KALI DIBACA

Woooow,……Rumah HPS Megah Bak Istana Raja di Komplek Tasbih

Woooow,……Rumah HPS Megah Bak Istana Raja di Komplek Tasbih
Rumah HPS Megah Bak Istana Raja Di Komplek Tasbih

*Soal Dugaan Korupsi di Dinas perkim Medan

mediarealitas  | MEDAN
Adanya tudingan yang dilontarkan oleh Ketua Forum Rakyat Sumatera Utara (Forsu) Faisal nasution, tentang adanya agen proyek dan makelar kasus (Markus) di Dinas Perumahan dan pemukiman (Perkim) Medan, yang diperankan oleh salah seorang staf Dinas Perkim berinisial HPS, yang saat ini menjabat sebagasi salah satu Kepala seksi (Kasi) dan juga sebagai panitia lelang tender proyek di Dinas Perkim Medan ini sepertinya bukanlah omong kosong belaka.

Pasalnya, HPS ini berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih bergolongan 3, namun dia memiliki rumah tempat tinggal yang sangat megah dan mewah bak Istana Raja. Seperti pantauan TOP METRO, Sabtu (3/9), rumah tempat tinggal yang diduga milik HPS, yang terletak di Jalan Setia Budi, tepatnya di Komplek Taman Setia Budi Indah (Tasbih) Medan, terlihat begitu megah bak istana sang raja.

“Lihat itu bang rumahnya HPS, luar biasa besarnya. Padahal dia hanya ASN golongan 3. Tapi luar biasa megahnya rumahnya, seperti istana,” ungkap Faisal, sambil menunjukkan satu unit rumah mewah di komplek Tasbih Medan, ketika melakukan investigasi pada, Sabtu (3/9).

Sementara, sangat berbanding terbalik dengan rumah tempat tinggal milik Kepala Dinas Perkim Medan, Gunawan Surya, di Jalan Setia Luhur, Kecamatan Medan Helvetia, ketika TOP METRO melakukan pemantauan pada hari yang sama. Terlihat rumah yang berpagar besi tersebut terkesan sederhana dan tidak terlalu megah seperti rumah bawahannya HPS, yang berada di Komplek Tasbih Medan.

Oleh karena itu, Faisal meminta kepada aparat penegak hukum dan lembaga Pusat Pelaporan dan Apalisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk segera memeriksa harta kekayaan HPS.” Aparat penegak hukum dan PPATK kita minta untuk segera mengusut tuntas dugaan-dugaan kurupsi Kadis Perkim Medan, yang melibatkan HPS, dan juga meminta kepada PPATK agar segera mengusut dan memeriksa harta kekayaannya,”tegas Faisal, kepada TOP METRO, Minggu (4/9).

Sementara sebelumnya, Faisal mengungkapkan, HPS yang menjabat sebagasi salah satu Kepala seksi (Kasi) di Dinas Perkim Medan, dan juga sebagai panitia lelang tender proyek, serta selalu bertindak sebagai agen proyek dan makelar kasus (Markus) yang selalu mengamankan setiap kali adanya kasus-kasus dugaan korupsi di Dinas perkim Medan.

“Sampai sekarang, semua dugaan korupsi di Dinas Perkim mengendap di Kejatisu. Itu karena ada oknum di Dinas Perkim yang menjadi Markus yang selalu mengamankan dugaan kasus korupsi tersebut di Kejatisu,” ungkap Faisal.

Adapun dugaan kurupsi di Dinas Perkim yang sampai saat ini masih mengendap di Kejatisu ungkap Faisal, seperti dugaan korupsi pembangunan pasar induk tuntungan yg anggarannya Rp.90 milyar, yang pernah di periksa kejatisu pada tahun 2012, diduga kuat diendapkan dan adanya dugaan upaya loby agar kasus tersebut tidak di teruskan hingga persidangan dengan bantuan makelar kasus yang juga melibatkan oknum Dinas Perkim, H P Sibarani.

“Kemudian, pada pembangunan rehabilitasi Stadion Teladan Medan yang kami duga kuat juga melibatkan oknum dinas Perkim HP Sibarani, yang kerap melakukan negosiasi atas kasus-kasus korupsi Dinas Perkim Kota Medan. Dia juga terlibat langsung dalam pembagian proyek-proyek di Dinas Perkim Medan,” tegasnya.

Selanjutnya papar Faisal, kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan rehabilitas taman Sri Deli senilai Rp.9 milyar lebih, yang sudah ditangani Kejaksaan Negeri Medan. Namun hingga saat ini masih mengendap di meja Kasi Pidsus Kejari Medan yang bergulir pada tahun 2016 ini. Kuat dugaan telah terjadi loby loby agar kasus ini juga tidak dilanjutkan hingga persidangan.

“Ada lagi kasus pembangunan Sanitasi dan pembuatan Sumut bor yang juga tidak terlihat keseriusan pihak Kejaksaan dalam penyelesaian kasus tersebut yang juga diduga melibatkan HP Sibarani,”tandasnya.

Subscribe

MEDIA REALITAS