20619 KALI DIBACA

Warga Padang Kasah Minta Penegak Hukum Periksa Keuchik

Warga Padang Kasah Minta Penegak Hukum Periksa Keuchik

example banner

Aceh Timur | Media Realitas – Sejumlah perangkat Desa (Gampong) Padang Kasah kecamatan Idi Tunoeng kabupaten Aceh Timur mengeluh dan meminta aparat penegak hukum untuk memeriksa Keuchik Gampong itu.

Menurut para perangkat Gampong yang tidak mau namanya di tulis, pada media ini menyebutkan selain honor (jerih) mereka yang di tilap (sunat) pembangunan yang menggukan dana Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN) dan Anggaran Pembelanjaan Gampong (APBG) tahun 2016 tidak transparan, dan di syinyalir uang tersebut masuk ke kantong Keuchik.

Seperti di sampaikan salah seorang Kaur Desa Muhammad S (53 tahun) pada media ini sekira pukul 14:00 Wib Jum’at 30 Juni 2017, menyebutkan sejumlah pekerjaan proyek pembangunan yang bersumber dari dana APBG tahun anggaran 2016 tidak tidak jelas penggunaannya.

Proyek yang dikerjakan tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, diantaranya proyek pembangunan sumur bor dengan anggaran Rp 73.600.000, dana BUMG Rp 75.000.000 tahun 2016 tidak jelas penggunaannya, “jelas Muhammad.

Lebih lanjut menambahkan, dana untuk bencana alam tahun 2016 senilai Rp 10.000.000 juga tidak tau kemana rimbanya, “sebut Muhammad.

Selain pemotongan pajak yang mencapai 21%, para aparatur Gampong juga di kenakan pungutan liar (pungli) hingga mencapai 30 %, dari Rp 4.000.000 untuk honor 4 bulan misalnya Kechik hanya membayar Rp 3.592.000.

Menurut pengakuan Muhammad lagi, pihaknya sudah menyurati Bupati kabupaten Aceh Timur pada tanggal 14 Mei 2017, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

Masyarakat Polisi dan Inspektorat untuk segera turun ke lapangan dan pemeriksaan, karena kami dari masyarakat ingin semua pihak merasa tidak dirugikan dalam hal penggunaan anggaran, “pungkas Muhammad.

Sementara Keuchik Gampong Padang Kasah kecamatan Idi Tunoeng kabupaten Aceh Timur Mansur (43 tahun) saat di komfirmasi melalui henponnya Jum’at 30 Juni 2017 membenarkan ada pemotongan seperti di laporkan warga dan perangkat gampongnya.

“Benar ada pemotongan, tapi itu bukan untuk saya hanya pemotongan pajak, semua kena pajak yermasuk gaji perangkat, “ujarnya.

Lebih lanjut menambahkan, Muhammad itu sakit hati dengan saya, makanya dia buat ulah di Gampong, karena diabtidak saya pake lagi karena tidak berpendidikan, itu sudah sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) kabupaten Aceh Timur tentang tata cara dan syarat menjadi perangkat gampong, “jelas Mansur.(Has/Muhammad Abubakar)

Subscribe

MEDIA REALITAS