39119 KALI DIBACA

Warga Minta Tuha Peut dan Sekdes Jangan Hambat Pembangunan Gampong

Warga Minta Tuha Peut dan Sekdes Jangan Hambat Pembangunan Gampong

example banner

Langsa | Media Realitas – Akibat Sekretaris Desa (Sekdes) Nasaruddin dan ketua Tuha Peut Sarwan gagal paham dengan manajemen tata kelola dana gampoeng, terkait Rencana Kerja Pembangunan Gampong (RKPG) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Gampong (RPJMG) tidak di tandatangan oleh mereka.

Akibatnya, Anggaran Dana Gampong (ADG) maupun Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2017 tidak bisa di cairkan untuk Gampoeng Merandeh Aceh, kecamatan Langsa Lama, provinsi Aceh.

Untuk menanggulangi persoalan tersebut, para perangkat telah melakukan musyawarah pada Rabu 24 Mei 2017, dalam rapat tersebut mereka sepakat untuk mengunakan Silfa ADD dari APBN untuk pembayaran gaji aparatur gampong.

Keuchik Merandeh Aceh kecamatan Langsa Lama Muhammad Jamil, pada media ini Senin 5 Juni sekira pukul 16:00 Wib di kantornya, membenarkan kalau pihaknya bersama aparat gampong lainnya telah menggunakan dana Silfa APBN tahun 2016 untuk membayar honor aparatur gampong tahun 2017.

Lebih lanjut menambahkan, kami harus menggunakan silfa APBN tahun 2016, Rp 121.440.000 hasil dari musyawarah dengan catatan, akan kita ganti setelah ADG tahun 2017 cair, namun hingga saat ini, uang itu tak kunjung cair karena Tuha Peut tidak mau menandantangani Rencana Kerja Pembangunan Gampong (RKPG) dan begitu juga dengan Sekdes yang tidak mau menanda tangani Rencana Pembangunan Jangka Menengah Gampong (RPJMG).

Sementara itu beberapa warga masyarakat yang berhasil di temui media ini Senin (5/6) sangat menyayangkan, apa yang di lakukan ketua Tuha Peut dan Sekdes Gampong itu, karena tidak mau menanda tangani RKPG dan RPJMG, sehingga desa kami tidak bisa melanjutkan pembangunan tahun ini, “jelas warga yang tidak mau menyebutkan namanya.(Kar)

Subscribe

MEDIA REALITAS