168519 KALI DIBACA

Warga Geumpang Kecam Abu Syik (Bupati)

Warga Geumpang Kecam  Abu Syik (Bupati)
M Abet Idris (Geuchik Abet), Tokoh Masyarakat Geumpang

example banner

ACEH PIDIE I MEDIA REALITAS- Tokok masyarakat Geumpang hari ini mengadukan permasalahan penutupan tambang rakyat di Geumpang kepada Perwakilan YARA Pidie. Pertemuan berlangsung di warkop Balee Raja Keude Geumpang.

Pertemuan tokoh masyarakat Geumpang dengan perwakilan YARA PIDIE.

Kepala Perwakilan YARA Pidie,  Junaidi beserta tim tiba di Geumpang pada pukul 11.30.
Para tokoh masyarakat Geumpang dan penambang mengeluhkan larangan melakukan usaha tambang rakyat yang sudah berlangsung sejak 2007, dengan adanya tambang rakyat ini kehidupan ekonomi masyarakat Geumpang sangat terbantu, “kami tidak perlu investor dari luar,  cukup kami saja yang menjadi investor bagi daerah kami sendiri” ujar Bahagia selaku kordinator Tambang Rakyat di Geumpang kepada Wartawan Kamis ( 4/1/2018)

Semenjak penutupan tambang ini oleh Bupati Pidie,  kehidupan masyarakat Geumpang berbalik 180 derajat,  masyarakat saat ini hanya bisa duduk di warung kopi dengan wajah lesu dengan perbincangan keluhan setiap hari, ada yang mengeluh tidak bisa biayai sekolah anaknya,  ada uang anaknya tidak bisa meneruskan kuliah lagi, dan ada yang mulai kesulitan biaya dapur rumah tangga.
 “Dulu kami berpikir Abu syik adalah bupati yang pro rakyat,  ternyata tidak” tambah M Abet alias Geuchik Abet.

Apalagi Abusyik menyampaikan bahwa tambang rakyat selama ini di Geumpang tidak ada hasil untuk pembangunan,  ini pernyataan yang sangat menyedihkan kami warga Geumpang,  harusnya Bupati sebelum mengeluarkan pernyataan mengecek dulu ke Geumpang apa yang sudah di hasilkan oleh Masyarakat Geumpang selama ini, kami mengecam pernyataan Bupati tersebut,  bahkan saya adalah orang yang mendukung Abusyik saat pilkada dengan harapan bahwa dia akan mambantu masyarakat dengan sosok merakyatnya selama ini,  ternyata setelah di lantik kami orang yang mendukungnya dulu di lantak,  sungguh seperti “ta peutengeh keubue lam mon tuha” ungkap Geuchik Abet dengan geram.

keuchik Gampong Bangkeh,  Alhadi A Gani mengatakan bahwa Mesjid Baiturahman di Gampongnya seluruh dana nya di bangun dari sumbangan tambang,  total biaya yang sudah di habiskan untuk pembangunannya sudah lebih dari 1 milyar, dan ini masih terus dalam tahap pembangunan,  saat ini agak terhambat dengan adanya kebijakan Bupati yang melarang oprasional tambang rakyat di Geumpang.

“Pemerintah tidak pernah datang kepada kami untuk memberitahukan atau mengajari kami cara menambang yang legal”, ungkap Bahagia Zainal Abidin yang merupakan salah satu penambang tradisional di Geumpang.

Kami bertani disini gangguan dengan satwa liar,  Gajah luar biasa,  kami sudah menyampaikan ke BKSDA tapi tidak ada solusinya, bahkan padi saja kami tanam di makan oleh Gajah, tambah Bahagia.
M Abet mengharapkan bahwa untuk saat ini kami meminta agar ada solusi dari pemerintah untuk melegalkan tambang rakyat di Geumpang, karena hanya ini mata pencaharian kami yang bisa menghidupi kami warga Geumpang.

Ketua YARA Perwakilan Pidie, Junaidi, juga mengecam kebijakan Bupati terhadap masyarakat penambang tradisional di Geumpang, “keputusan Bupati menutup tambanh rakyat sungguh kebijakan yang tidak bijak,  kami sudah berkeliling dengam pata tokoh masyarakat Geumpang hari ini,  dan menurut kami,  kebijakan Bupati bukan hanya mematikan ekonomi masyarakat tapi juga menghambat pembangunan fasilitas umuk dan sosial yang sedang di bangun secara swadaya dari hasil tambang rakyat di Geumpang, kami mengecam keputusan Bupati dan mendesak agar segera memberikan solusi agar masyarakat di Geumpang bisa kembali melakukan penambangan secara tradisional” kata Junaidi dalam investigasi bersama masyarakat Geumpang.

Meunasah yang di bangun dengan sumbangan penambang tradisional
1. Meunasah Dusun Tanoh Mirah,  Gampong Pulo Lhoih, di banguan dari dasar,  menghabiskan biaya sekitar 400jt, sudah siap.
2. Meunasah dusun Tgk Di Minyoe,  Gampong Pulo, di bangun dari dasar dan menghabiskan dana 250jt, sidah siap
3. Meunasah Dusun Kathoem, Gampong Pulo Lhoih,  di bangun dari dasar dan menghabiskan dana sekitar 400jt, sudah siap
4.Musalla Diniyah, dusun Mesjid Gampong Pulo Lhoih, di bangun dari dasar,  menghabiskan dana sekitar 150jt,  sudah siap.
5. Meunasah Baitul A’la,  duson Dki, Gampong Bangkeh, di bantu rehat sekitar 40jt
6. Meunasah Dusun Chik di tiro,  gampong Bangkeh. Bantu dana rehab sekitar 150jt

Mesjid yang di bangun dan di bantu:
Mesjid Istiqamah Pulo Lhoih, di bangun dari dasar dan sudah menghabiskan dana sekitar 2 milyar, saat ini sudah rampung sekitar 50 persen dan sudah di gunakan oleh warga sekitar.
Mesjih baituraham Gampong Bangkeh, di bangun seluruhnya dengan dana sumbangan tambang dengan biaya lebih dari 1 Milyar, sudah siap
Mesjid besar Syuhada Kecamatan Geumpang,  di sumbang untuk pembangunan sekitar 150jt

Pernah membantu memyewa tempat puskesmas geumpang selama satu tahun selama rehab puskesmas selama 1 tahun,  bantuan 40jt.
Menyumbang untuk Palestina 87juta, melalui KNRP.
Membantu banjit di Calang 20jt.
Membantu saluran air bersih di gampong Bangkeh sekitar 120jt. (M nazar)

Subscribe

MEDIA REALITAS